Balada “Cheese Stick” Remuk di Bulan Berkah

Kompas.com - 22/06/2017, 12:57 WIB
Berbagai macam varian kue sebagai inovasi kue kering KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMANBerbagai macam varian kue sebagai inovasi kue kering
|
EditorSri Noviyanti

Selain Yusup, Nana juga biasa memanfaatkan jasa Oji, tetangganya juga. Sama dengan Yusup, Oji yang punya nama lengkap Fauzi Rahmat itu sehari-sehari adalah tukang ojek pangkalan di gardu RW 009 Kelurahan Bungur.

"Kalau order banyak, ya, saya kasih lebih bayaran buat Yusup dan Oji," ujar Nana yang pada Ramadan setahun lalu mampu menjual 120 stoples kue kering.

Selembar Rp 50.000

Habis magrib, Yusup yang sudah selesai berbuka puasa mengendarai sepeda motor bebeknya menuju rumah Nana. Di sana, Nana sudah menanti dengan dua dus ukuran sedang berisi kue-kue kering pesanan. 

Satu dus ditaruh di boncengan belakang. Satu dus lagi diletakkan Yusuf di bagian tengah sepeda motor, persis di dekat kakinya. "Siap Mbak Nana," kata Yusup sembari menerima selembar uang Rp 50.000, upahnya mengantar satu kali jalan pesanan-pesanan itu.

Yusup sudah hapal jalan-jalan yang harus dilaluinya untuk mencapai kawasan Kelapa Gading. Salah satu jalan favoritnya adalah Jalan Letjen Suprapto, kawasan Cempaka Putih. "Jalan itu kan lebar dan kalau malam lampu penerangannya banyak," kata Yusup, lulusan sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK) di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.

Yusup yang terlihat riang gembira menarik gas sepeda motornya meluncur ke Kelapa Gading. Seperti biasa, ia bergerak menuju Cempaka Putih. Jarum penunjuk kecepatan di sepeda motornya menunjukkan angka 40. Lumayan kencang laju sepeda motor itu.

Jalanan masih dipenuhi kendaraan saat Yusup memasuki kawasan Cempaka Putih. Seperti biasa, banyak sepeda motor berseliweran di jalur lambat. Ramai lancar.

Tanpa diduga Yusup, sebuah sepeda motor yang dikendarai seorang pria berjaket warna gelap berjalan terlalu dekat di sisi kanannya. Alhasil, sepeda motor itu menyenggol setang bagian kanan sepeda motor Yusup. Tak siap dengan kondisi itu, Yusup kehilangan keseimbangan. Sepeda motornya oleng ke kiri. Ujung-ujungnya, Yusup jatuh bersama sepeda motornya berikut barang bawaannya. "Wah!" teriak Yusup.

Warga sekitar tempat kejadian segera menolong Yusup. Dua orang membangunkan Yusup dan motornya. Mereka juga menepikan kendaraan itu. 

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X