Asia Dominasi Daftar 10 Kota Termahal untuk Ekspatriat

Kompas.com - 23/06/2017, 22:06 WIB
Pemandangan Kota Hongkong. Hongkong saat ini memiliki populasi sekitar tujuh juta penduduk dan bangunannya didominasi dengan rusun atau apartemen. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESPemandangan Kota Hongkong. Hongkong saat ini memiliki populasi sekitar tujuh juta penduduk dan bangunannya didominasi dengan rusun atau apartemen.
|
EditorMuhammad Fajar Marta

LONDON, KOMPAS.com - Ibukota Angola, Luanda, berada pada urutan teratas kota termahal bagi para ekspatriat. Namun, kota-kota di Asia mendominasi sebagai kota termahal bagi ekspatriat.

Ada lima kota di Asia yang masuk 10 besar daftar tersebut, yakni Hong Kong, Tokyo, Singapura, Seoul, dan Shanghai.

Hal ini terungkap dalam survei biaya hidup yang dilakukan oleh Mercer dan dirilis baru-baru ini.

 

Posisi Seoul naik signifikan dari peringkat 15 ke peringkat 6. Beberapa kota lain di Asia juga mencetak kenaikan peringkat cukup signifikan, semisal Mumbai yang naik 25 peringkat ke peringkat 57 karena pesatnya pertumbuhan ekonomi serta inflasi dan nilai tukar yang stabil.

Adapun New Delhi berada pada posisi 99. Pemeringkatan yang dilakukan oleh Mercer didasarkan pada survei yang digelar pada Maret 2017 lalu.

"Meskipun jumlah kota-kota di Asia masih menjadi kota-kota termahal, pusat-pusat keuangan penting seperti Hong Kong dan Singapura masih terus menarik bagi banyak talenta dan menjadi pilihan utama bagi relokasi (kantor)," ujar Mario Ferraro, Global Mobility Leader Asia, Middle East, and Africa Mercer, seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (23/6/2017).

Pergerakan pemeringkatan tahun ini terjadi terutama lantaran fluktuasi nilai tukar, khususnya terhadap dollar AS. Namun, imbuh Ferraro, beberapa kota dipandang oleh Mercer bergerak peringkatnya berkat kuatnya perekonomian dan tumbuhnya kesempatan berusaha, seperti Mumbai.

Sebagian besar kota di China anjlok peringkatnya, sejalan dengan pelemahan nilai tukar yuan terhadap dollar AS. Sementara itu, peringkat kota di Jepang menanjak lantaran penguatan nilai tukar yen, naiknya harga barang konsumer untuk ekspatriat, dan dinamisnya pasar perumahan.

New York City dan Bern kembali masuk ke 10 besar tahun ini, sementara Beijing turun 1 peringkat ke peringkat 11. Zurich dan Jenewa juga masuk dalam daftar 10 besar kota termahal bagi para ekspatriat.

Adapun alasan Luanda berada pada peringkat teratas adalah lantaran mahalnya biaya barang-barang dan keamanan. Secara umum, survei tersebut mengukur harga beberapa komponen di lima benua, termasuk perumahan, transportasi, makanan, pakaian, barang rumah tangga, dan hiburan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X