Kinerja Logistik Diharapkan Normal Kembali Usai Lebaran

Kompas.com - 26/06/2017, 09:30 WIB
Menperin Airlangga Hartarto saat acara Indonesia Summit 2017 di Hotel Shangrila Jakarta, Kamis (20/4/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTOMenperin Airlangga Hartarto saat acara Indonesia Summit 2017 di Hotel Shangrila Jakarta, Kamis (20/4/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengharapkan, sektor logistik kembali normal setelah terjadi pelarangan truk untuk melintas sejumlah jalan pada musim mudik 2017.

"Kami mengharapkan pasca Ramadhan ini yang kemarin menjadi salah satu tantangan adalah jalan banyak yang ditutup sehingga barang banyak yang tidak keluar, jadi sesudah Ramadhan diharapkan logistik kembali normal," ujar Airlangga saat acara open house di kediamannya di Kawasan Widya Chandra III, Jakarta Selatan, Minggu malam (25/6/2017).

Airlangga mengakui, adanya pembatasan truk membuat pasokan barang kebutuhan industri sempat tersendat akibat truk-truk pembawa logistik tidak dapat beroperasi.

"Industri kan beroperasi terus, tidak tergantung tanggalan. Kalau kemarin banyak jalan ditutup sehingga banyak barang tidak bisa keluar, semoga setelah Lebaran semua bisa kembali normal," jelasnya.

Menurutnya, pada Ramadhan tahun ini ada sedikit penurunan permintaan konsumen terhadap beberapa produk industri yang berkaitan dengan produk konsumsi salah satunya makanan dan minuman.

"Kalau dibanding Ramadhan tahun lalu memang ada penurunan demand, tapi disatu pihak penurunan demand, dipihak lain harga jadi stabil, jadi dengan kestabilan harga tidak menimbulkan goncangan, dan harga-harga komoditas yang lain juga menjadi baik," paparnya.

Kendati demikian, dirinya berharap, setelah Lebaran diharapkan daya beli masyarakat bisa kembali ditingkatkan agar bisa menopang pertumbuhan industri ke depan.

"Tentunya kami mengharapkan sesudah Ramadhan ini terjadi peningkatan permintaan dan salah satu juga terkait kebijakan-kebijakan yang berkait sektor finansial, dan sektor finansial ini perlu kita dorong agar bisa mengenjot konsumsi lagi," pungkasnya.

Tren Turun

 

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman menuturkan, jika dibandingkan dengan Ramadhan tahun lalu permintaan produk konsumsi makanan dan minuman ada tren penurunan.

"Kelihatan peningkatan (permintaan) kurang begitu baik dibanding tahun lalu, karena ternyata banyak supermarket yang stoknya masih cukup. Kalau tahun sebelumnya biasanya stoknya habis," terang Adhi.

Adhi menjelaskan, prediksi awal penurunan permintaan konsumen atau daya beli masyarakat turun sebesar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. "Kira-kira lebih rendah 10 persen dibanding tahun lalu," kata Adhi.

Kompas TV Pemerintah Kerek Daya Saing Pelaku Logistik Nasional



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X