Pasokan BBM di Jalur Utama Arus Balik Mudik Diprioritaskan

Kompas.com - 29/06/2017, 12:50 WIB
Petugas Mengisi bahan bakar di kios Pertamina di Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Jawa Barat, Kamis (15/6/2017). Kios Pertamina ini menyediakan BBM kaleng Pertamax, Pertamina Dex, dan Dexlite. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGPetugas Mengisi bahan bakar di kios Pertamina di Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Jawa Barat, Kamis (15/6/2017). Kios Pertamina ini menyediakan BBM kaleng Pertamax, Pertamina Dex, dan Dexlite.
Penulis Moh. Nadlir
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berupaya mengamankan stok dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquid Petroleum Gas (LPG), pasokan listrik, untuk arus balik mudik Idul Fitri 1438 Hijriyah.

Hal itu diutarakan, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak Dan Gas Bumi (BPH Migas), Fanshurullah Asa yang juga selaku Ketua Posko Nasional Sektor ESDM untuk Idul Fitri 2017.

"Untuk keamanan stok dan distribusi BBM arus balik Idul Fitri 2017, Kementerian ESDM bersama para pemangku kepentingan telah menyiapkan berbagai upaya," ujar Ifan sapaan Fanshurullah Asa, yang dikutip dari laman resmi, www.esdm.go.id, Kamis (29/6/2017).

Upaya itu antara lain dengan penambahan mobil tangki BBM sebanyak 2.637 unit, 71 lokasi kantong BBM, 9 unit mobil dispenser, 53 lokasi kiosk Pertamax/AKR 92, 10 lokasi serambi Pertamax, 83 unit motor Pertamax.

Ifan juga berujar, di wilayah jalur utama arus balik, pasokan BBM menjadi prioritas, hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan yang terjadi, sehingga pengemudi tidak perlu khawatir kehabisan BBM.

"Di jalur utama arus balik, seperti jalur keluar Kebumen dan Purworejo telah kami siapkan mobil tanki BBM tambahan dengan kapasitas 32.000 liter di SPBU yang ada. Kami juga terus memantau wilayah lainnya," kata Ifan.

Ifan pun mengungkapkan, secara umum kondisi stok BBM dan LPG dalam keadaan normal. Penyaluran atau distribusi BBM pun secara nasional berjalan lancar.

Ketahanan stok BBM juga rata-rata masih di atas 20 hari, kecuali kerosene atau minyak tanah yang stoknya berada di atas 100 hari dan LPG sekitar 17 hari.

Rinciannya, Premium 21,4 hari, Solar 26,5 hari, Pertalite 24,2 hari, Kerosene: 111,9 hari, Pertamax 22,4 hari, Pertamax Turbo 32,9 hari, Pertamina Dex 39,2 hari, LPG 16,97 hari dan Avtur 29,8 hari.

Ifan menambahkan, dari 5.480 SPBU yang ada di seluruh Indonesia, 80 persen atau 4.386 SPBU menjual Premium. Sementara sisanya adalah SPBU Non premium.

"Hanya sekitar 20 persen yang merupakan SPBU Non Premium. Pasokan BBM termasuk premium bagi masyarakat harus terjamin," tutup dia.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X