Jalan Tol Jakarta-Cikampek Macet hingga 5 Kilometer

Kompas.com - 30/06/2017, 06:23 WIB
Situasi contra flow di ruas tol Jakarta-Cikampek, Minggu (25/6/2017). Dokumentasi Jasa MargaSituasi contra flow di ruas tol Jakarta-Cikampek, Minggu (25/6/2017).
Penulis Moh. Nadlir
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Volume lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek hari ini terus mengalami peningkatan. Saat ini terpantau kepadatan dari kilometer (KM) 71 sampai dengan KM 66.

Dengan demikian tol Jakarta-Cikampek macet hingga 5 kilometer.

"Kepadatan diakibatkan pertemuan lalu lintas dari arah Cileunyi dan Palimanan," ujar Corporate Communication PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Dwimawan Heru Santoso, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/6/2017).

Untuk mencairkan kepadatan PT Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek melakukan rekayasa lalu lintas contraflow bersama dengan pihak Kepolisian.

"Contraflow sejak pukul 15.00 WIB sudah diberlakukan di KM 53A sampai KM 41A. Mulai pukul 20.00 WIB diperpanjang lagi dari KM 65A sampai dengan KM 41A," kata Heru.

Heru berujar, Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek juga menyiapkan sarana pendukung seperti rambu, rubber cone dan petugas.

"Pengguna jalan yang akan memanfaatkan contra flow agar mengambil lajur kanan," kata Heru.

Petugas Jasa Marga di lapangan terus melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian, memantau perkembangan lalu lintas sepanjang jalan tol Jakarta-Cikampek. "Kami juga membuat rekayasa lalu lintas untuk mencairkan kepadatan," tutup Heru.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesempatan Dapat BLT UMKM Rp 2,4 Juta Masih Dibuka, Ini Cara dan Syaratnya

Kesempatan Dapat BLT UMKM Rp 2,4 Juta Masih Dibuka, Ini Cara dan Syaratnya

Whats New
Ada UU Cipta Kerja, Airlangga Ajak Pengusaha Jerman Investasi di Indonesia

Ada UU Cipta Kerja, Airlangga Ajak Pengusaha Jerman Investasi di Indonesia

Whats New
[POPULER MONEY] Keuntungan Jadi 'Karyawan Kontrak' | Menkeu Tolak Pajak 0 Persen Mobil Baru

[POPULER MONEY] Keuntungan Jadi "Karyawan Kontrak" | Menkeu Tolak Pajak 0 Persen Mobil Baru

Whats New
Setahun Jokowi-Ma'ruf, Ini Menteri Ekonomi Pilihan Pengusaha

Setahun Jokowi-Ma'ruf, Ini Menteri Ekonomi Pilihan Pengusaha

Whats New
Hak Kekayaan Intelektual Penting untuk Brand Lokal

Hak Kekayaan Intelektual Penting untuk Brand Lokal

Rilis
244 Nasabah Korporasi Sepakati Program Restrukturisasi Jiwasraya

244 Nasabah Korporasi Sepakati Program Restrukturisasi Jiwasraya

Whats New
PTPN V Ditargetkan Melantai di Bursa pada 2023

PTPN V Ditargetkan Melantai di Bursa pada 2023

Whats New
Ini Cara Kelola Dana Darurat di Masa Pandemi

Ini Cara Kelola Dana Darurat di Masa Pandemi

Spend Smart
Genjot Produksi Gula, PTPN Konversi Lahan Karet Jadi Lahan Tebu

Genjot Produksi Gula, PTPN Konversi Lahan Karet Jadi Lahan Tebu

Whats New
Ada Pandemi, Bagaimana Prospek Pembiayaan Modal Kerja untuk Industri Konstruksi?

Ada Pandemi, Bagaimana Prospek Pembiayaan Modal Kerja untuk Industri Konstruksi?

Whats New
Pastikan Tak Terlibat Parpol, BKN Bakal Verifikasi CPNS yang Lulus ke KPU

Pastikan Tak Terlibat Parpol, BKN Bakal Verifikasi CPNS yang Lulus ke KPU

Whats New
Tahun Depan, Harga Minyak Diprediksi Belum Akan Tumbuh Signifikan

Tahun Depan, Harga Minyak Diprediksi Belum Akan Tumbuh Signifikan

Whats New
Meski Ekonomi Pulih, China Tetap Waspadai Perkembangan Ekonomi Global

Meski Ekonomi Pulih, China Tetap Waspadai Perkembangan Ekonomi Global

Whats New
Pemerintah Diminta Sosialisasi Penyederhanaan Perizinan di UU Cipta Kerja

Pemerintah Diminta Sosialisasi Penyederhanaan Perizinan di UU Cipta Kerja

Whats New
Ingin Promosikan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Gas Bumi, PGN Kolaborasi dengan JCCP

Ingin Promosikan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Gas Bumi, PGN Kolaborasi dengan JCCP

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X