Tuntut Gaji, Kru Kabin British Airways Mogok Kerja

Kompas.com - 01/07/2017, 13:00 WIB
Pesawat British Airways yang sedang terbang menuju Pulau Kreta, Yunani, akhirnya kembali mendarat di Gatwick, Inggris, Kamis (21/7/2016) karena bau busuk menyengat di seluruh kabin pesawat itu. PA/Steve ParsonsPesawat British Airways yang sedang terbang menuju Pulau Kreta, Yunani, akhirnya kembali mendarat di Gatwick, Inggris, Kamis (21/7/2016) karena bau busuk menyengat di seluruh kabin pesawat itu.
|
EditorAprillia Ika

LONDON, KOMPAS.com - Beberapa kru kabin maskapai penerbangan British Airways memulai aksi mogok kerja selama dua pekan pada hari ini, Sabtu (1/7/2017). Mogok kerja merupakan rangkaian tuntutan mereka soal gaji kepada perusahaan.

Aksi mogok kerja ini bisa berisiko terhadap rusaknya citra British Airways dan gangguan dalam penerbangan. Meskipun demikian, pihak British Airways menyatakan penumpang tetap bisa terbang.

Para kru kabin "penerbangan campuran," yakni mereka yang bekerja baik di penerbangan jarak pendek maupun panjang, telah terlibat konflik dengan British Airways sejak tahun lalu. Konflik ini terkait penawaran gaji yang dipandang serikat pekerja sebagai "gaji kemiskinan."

Meski dampak aksi mogok ini terhadap penerbangan cenderung minim, namun ini mengancam citra British Airways. Pasalnya, belum lama ini ribuan penumpang terlantar karena gangguan pada sistem komputer.

"Konsumen akan memiliki pandangan buruk dan brand British yang besar akan terancam. Kami meminta British Airways untuk menghilangkan ancaman ini dan menyelesaikan sengketa yang telah berlangsung lama ini," ujar pimpinan serikat pekerja British airways Oliver Richardson dalam pernyataannya seperti dikutip dari Reuters.

Pihak manajemen British Airways pun kembali memperingatkan konsekuensi bagi kru kabin yang mogok kerja. Akan tetapi, maskapai itu tetap meyakinkan bahwa semua penumpang akan terbang menuju tujuan mereka.

Willie Walsh, CEO induk perusahaan British Airways IAG menyatakan dirinya mengekspektasikan semua penumpang tetap terbang. Pasalnya, British Airways juga telah diperbolehkan menggunakan 9 pesawat Qatar Airways beserta stafnya.

Kru kabin penerbangan campuran tersebut mulai mengancam akan melakukan mogok kerja pada Natal 2016 lalu. Meski aksi mogok kala itu dihentikan, secara total sejauh ini mereka sudah mogok kerja selama 26 hari.

Kru kabin penerbangan campuran mencakup sepertiga dari jumlah kru kabin British Airways yang mencapai 16.000 orang. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X