Kegiatan Pengeboran di AS Turun, Harga Minyak Menguat

Kompas.com - 03/07/2017, 11:00 WIB
|
EditorAprillia Ika

SINGAPURA, KOMPAS.com - Harga minyak menguat pada perdagangan di Asia, Senin (3/7/2017).

Penguatan ini didukung oleh penurunan aktivitas pengeboran minyak di AS, pertama kali dalam beberapa bulan terakhir meski ada kesepakatan pemangkasan produksi oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Mengutip Reuters, acuan harga minyak Brent naik 6 sen atau 0,1 persen menjadi 48,83 dollar AS per barrel.

Sebelumnya pada pekan lalu, acuan harga minyak Brent menguat 5 persen, penguatan pertama dalam enam pekan.

Adapun acuan harga minyak AS West Texas Intermediate (WTI) naik 15 sen atau 0,3 persen menjadi 46,19 dollar AS per barrel. Pekan lalu, harga minyak WTI naik lebih dari 7 persen.

Para trader menyatakan harga minyak AS relatif lebih tinggi ketimbang Brent setelah aktivitas pengeboran minyak AS turun untuk pertama kalinya sejak Januari 2017.

Sentimen terhadap acuan harga minyak Brent cenderung tertahan lantaran adanya peningkatan produksi minyak OPEC.

"Untuk pertama kalinya dalam 23 pekan, jumlah rig pengeboran yang beroperasi di AS merosot, turun 2 menjadi 756. Namun ada kabar juga bahwa produksi minyak Libya telah mencapai rekor," tulis ANZ Bank dalam laporannya.

Meskipun turun, namun jumlah rig yang beroperasi di AS masih dua kali lipat lebih banyak ketimbang pekan yang sama tahun lalu, yakni 341 rig.

Ini berdasarkan data perusahaan penyedia layanan energi Baker Hughes Inc. Pada Juni 2017, produksi minyak OPEC naik 280.000 barrel per hari (bph) ke rekor tertinggi tahun 2017, yakni 32,72 juta bph.

Padahal, OPEC masih terikat kesepakatan pemangkasan produksi guna memperketat pasar dan menggenjot harga.

Produksi minyak OPEC yang tinggi disebabkan peningkatan produksi Nigeria dan Libya, yang tak ikut serta dalam pemangkasan produksi.

Pada saat yang sama, peningkatan produksi itu diredam oleh pemangkasan oleh anggota yang lain, seperti Arab Saudi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Izin Usaha Dicabut, Wanaartha Life Punya Tanggungan Rp 15,84 Triliun

Izin Usaha Dicabut, Wanaartha Life Punya Tanggungan Rp 15,84 Triliun

Whats New
Tekanan Terhadap IHSG Diproyeksi Berlanjut, Cermati Saham-saham Ini

Tekanan Terhadap IHSG Diproyeksi Berlanjut, Cermati Saham-saham Ini

Whats New
Harga Sahamnya Terus Ambles, GOTO Bakal Gelar Public Expose Insidentil

Harga Sahamnya Terus Ambles, GOTO Bakal Gelar Public Expose Insidentil

Whats New
Luhut: Indonesia Sekarang Sangat Diminati Para Investor dari Berbagai Negara

Luhut: Indonesia Sekarang Sangat Diminati Para Investor dari Berbagai Negara

Whats New
Hari Ini Terakhir Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2, Simak Syarat, Cara, dan Jadwal Daftarnya

Hari Ini Terakhir Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2, Simak Syarat, Cara, dan Jadwal Daftarnya

Whats New
Geger Lelang Kepulauan Widi, Pemerintah Satu Suara: Tidak Dijual!

Geger Lelang Kepulauan Widi, Pemerintah Satu Suara: Tidak Dijual!

Whats New
[POPULER MONEY] Ada KKN dalam Rekrutmen Tenaga Honorer | KKP Tegaskan Kepulauan Widi Tidak Dijual

[POPULER MONEY] Ada KKN dalam Rekrutmen Tenaga Honorer | KKP Tegaskan Kepulauan Widi Tidak Dijual

Whats New
Kenali Kripto sebelum Memutuskan untuk Berinvestasi

Kenali Kripto sebelum Memutuskan untuk Berinvestasi

Earn Smart
Cara Mudah Transfer ShopeePay ke DANA dan Rekening Bank

Cara Mudah Transfer ShopeePay ke DANA dan Rekening Bank

Spend Smart
Tumbuh 11,95 Persen, Penyaluran Kredit Perbankan Capai Rp 333,51 Triliun di Oktober 2022

Tumbuh 11,95 Persen, Penyaluran Kredit Perbankan Capai Rp 333,51 Triliun di Oktober 2022

Whats New
Rekrutmen Bersama BUMN Gelombang II Ditutup Besok, Simak Cara Daftarnya

Rekrutmen Bersama BUMN Gelombang II Ditutup Besok, Simak Cara Daftarnya

Work Smart
Sepanjang 2022, OJK Tindak 618 Pinjol Ilegal

Sepanjang 2022, OJK Tindak 618 Pinjol Ilegal

Whats New
Isu Badai PHK, Perusahaan Otomotif Astrido Justru Buka 13 Posisi Lowongan Kerja

Isu Badai PHK, Perusahaan Otomotif Astrido Justru Buka 13 Posisi Lowongan Kerja

Work Smart
Sri Mulyani Sebut Jokowi Minta Jajarannya Antisipasi Persoalan Beras

Sri Mulyani Sebut Jokowi Minta Jajarannya Antisipasi Persoalan Beras

Whats New
Bidik Proyek Ekonomi Berkelanjutan, INA Gandeng Investment Fund for Developing Countries

Bidik Proyek Ekonomi Berkelanjutan, INA Gandeng Investment Fund for Developing Countries

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.