Ibu Kota Pindah, Menteri PPN Tak Akan Komunikasi dengan Anies

Kompas.com - 05/07/2017, 21:00 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, saat wawancara bersama Kompas.com, Rabu (10/5/2017). KOMPAS.com/Kurnia Sari AzizaMenteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, saat wawancara bersama Kompas.com, Rabu (10/5/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menegaskan tidak akan mengkomunikasikan rencana pemindahan ibu kota kepada Pemprov DKI Jakarta.

Hal itu disebabkan karena pemerintah pusat masih mengkaji rencana tersebut.

"Ya apa hubungannya? Ini kan pemerintah pusat memutuskan mencari pusat administrasi pemerintahan, dan kami kan blm putuskan apa-apa. Ini masih ada kajian dulu," kata Bambang, di Kompleks Parlemen, Rabu (5/7/2017).

Tak hanya dengan Pemprov DKI, Bappenas juga tak mengkomunikasikan rencana ini dengan Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah sebelumnya menyarankan Bambang agar mengkomunikasikan rencana pemindahan ibu kota dengan Anies.

Sebab, kajian ditargetkan rampung tahun 2017 dan kegiatan akan dimulai tahun 2018.

Dengan demikian, pemindahan ibu kota diperkirakan terjadi pada masa kepemimpinan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Komunikasi? Lho DKI kan urusannya DKI lah. Apa sih komunikasi, orang kami lagi mengkaji, kenapa saya harus mengkomunikasi, kan saya lagi mengkaji gitu," kata Bambang.

Setelah kajian selesai, barulah seluruh pihak terkait akan diajak bicara.

"Jadi belum ada keputusan dan belum ada proposal resmi," kata Bambang.

Rencananya, ibu kota akan dipindah dari Jakarta ke Kalimantan. Meski demikian, belum diketahui secara spesifik kota mana di Kalimantan yang akan dijadikan ibu kota.

Presiden Soekarno pernah menggagas ibu kota Indonesia berada di Palangkaraya, ibu kota Kalimantan Tengah.

Pemerintah butuh waktu sekitar 3-4 tahun untuk membangun infrastruktur di ibu kota baru.

Nantinya, pusat administrasi pemerintahan akan dipindah ke ibu kota baru dan pusat bisnis serta perekonomian tetap akan dilakukan di Jakarta.

Kompas TV Wapres: Kajian Pemindahan Ibu Kota Tengah Dilakukan

 



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.