Konstruksi KA Cepat Jakarta-Bandung Dimulai Hari Ini

Kompas.com - 07/07/2017, 16:12 WIB
Model berfoto dengan miniatur kereta cepat milik Tiongkok pada pameran Kereta Cepat dari Tiongkok di Senayan City (Sency), Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2015). Pemerintah Indonesia merencanakan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dan Pemerintah Tiongkok merupakan salah satu pihak yang menawarkan kerjasama dalam pembangunan kereta cepat tersebut. 
Tribunnews/JeprimaModel berfoto dengan miniatur kereta cepat milik Tiongkok pada pameran Kereta Cepat dari Tiongkok di Senayan City (Sency), Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2015). Pemerintah Indonesia merencanakan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dan Pemerintah Tiongkok merupakan salah satu pihak yang menawarkan kerjasama dalam pembangunan kereta cepat tersebut.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Wijaya Karya (Wika) Bintang Perbowo membenarkan kabar dimulainya konstruksi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung hari ini.

Saat ditanya soal pinjaman pendanaan proyek KA Cepat dari Cina, Bintang mengatakan dana itu akan cair setelah konstruksi proyek dimulai. Namun ia belum bisa memastikan kapan pasti pencairan pinjaman itu.

"Enggak tahu (kapan). Tunggu aja dikit lagi kok," ujarnya usai menghadiri acara di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Jumat (7/7/2017).

Peletakan batu pertama proyek KA Cepat Jakarta-Bandung sebenarnya sudah dilakukan pada Januari 2016 lalu.

Saat itu Presiden Joko Widodo sendiri yang meletakkan batu pertamanya. Namun usai acara itu, terkuak bahwa proyek itu belum mendapatkan izin dari Kementerian Perhubungan.

Setelah menuai pro dan kontra, izin konsesi proyek KA Cepat baru disepakati pada Maret 2016. Namun meski sudah ada konsesi dan izin pembangunan, proyek KA cepat justru mandek.

Penyebabnya tak lain dan tak bukan lantaran tidak cairnya dana pinjaman dari China Development Bank (CDB).

Bank pembangunan China itu enggan mencairkan dana proyek KA Cepat lantaran belum rampungnya proses pembebasan lahan.

Namun menurut Dirut Wika, dana itu pinjaman itu bisa cair setelah konstruksi proyek KA Cepat dimulai.

Tahap awal, dana proyek yang akan cair sekitar 1 miliar dollar AS. Nilai proyek KA cepat senilai 5,1 miliar dollar AS atau setara Rp 67,8 triliun (kurs 13.300).

Struktur dananya 75 persen atau Rp 50,8 triliun berasal dati China Development Bank (CDB). Sisanya 25 persen berasal dari modal perusahaan konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

 

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X