Kapal Perang Buatan PT PAL Indonesia Diminati Asing

Kompas.com - 09/07/2017, 11:16 WIB
KRI Raden Eddy Martadinata-331 bersandar di Dermaga Pondok Dayung TNI AL, Jakarta Utara, Jumat (7/4/2017). Kapal itu dikukuhkan sebagai kapal perang pimpinan atau flagship. KOMPAS.COM/LUTFY MAIRIZAL PUTRAKRI Raden Eddy Martadinata-331 bersandar di Dermaga Pondok Dayung TNI AL, Jakarta Utara, Jumat (7/4/2017). Kapal itu dikukuhkan sebagai kapal perang pimpinan atau flagship.
Penulis Moh. Nadlir
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PAL Indonesia (persero) kini tengah menjajaki pengadaan kapal perang untuk Nigeria. Usai sebelumnya sukses mengirimkan pesanan kapal perang ke Filipina.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan bahwa Nigeria tertarik mendatangkan kapal perang buatan Indonesia.

"Pelaksanaan pembuatan kapal perang itu masih belum dapat ditentukan. Apakah berjenis Perusak Kapal Rudal (PKR) atau Strategic Sealift Vessel (SSV)," kata Harry dilansir dari laman resmi www.bumn.go.id, Minggu (9/7/2017).

Menurut Harry, jika tahun ini (2017) terjadi kesepakatan antara kedua negara. Maka besar kemungkinan kapal pesanan Nigeria tersebut bisa diselesaikan dan diserahkan pada tahun 2019 mendatang.

"Kedua pihak sudah melakukan pembicaraan untuk pengadaannya. Makanya nanti akan menyesuaikan kebutuhan serta pendanaan pembuatan kapal tersebut," kata Harry.

Diketahui, pada September 2016 PT PAL telah mengekspor kapal perang pesanan Filipina jenis SSV. Kapal perang dengan kecepatan maksimal 16 knot itu diberi nama Davao Del Sur.

Spesifikasi umum kapal SSV itu termasuk panjang 123,0 meter, lebar 21,8 meter, serat air 5 meter, bobot 7.200 ton, dan daya angkut 621 orang.

(Baca: PT PAL Kirim Kapal Perang Pesanan Filipina)

 

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X