Kompas.com - 10/07/2017, 07:30 WIB
Smelter FeNi di Pomalaa, Sulawesi Tenggara Dok AntamSmelter FeNi di Pomalaa, Sulawesi Tenggara
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turut berkomentar atas ambruknya harga nikel.

Sebelumnya berdasarkan pantauan di bursa London Metal Exchange (LME), harga nikel di Jumat (7/7/2017) terjun ke level 8.940 dollar AS per ton. Sementara pada 3 Juli 2017 harganya masih di kisaran 9.400 dollar AS per ton.

Kementerian ESDM menyatakan bahwa ambruknya harga nikel bukan diakibatkan karena dibukanya keran ekspor.

Menurut Kementerian ESDM, sebelum dibuka harga nikel sudah cenderung fluktuatif. Berdasarkan catatan LME, per 1 Juni 2017 harga nikel berada di level 8.700 dollar AS per ton.

Hal itu disebutkan oleh Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Bambang Susigit.

(Baca: Relaksasi Ekspor Bijih Nikel Ancam "Smelter" Nasional?)

Menurut dia, pihaknya tidak dalam kapasitas menjaga harga. "Karena nikel kan bisa dari China dan Filipina. Jadi kita belum keluarkan ekspor saja harga sudah fluktuatif," terangnya, Minggu (9/7/2017).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia juga mengatakan kegiatan ekspor mineral sudah tercantum dalam Peraturan Pemerintah No. 01/2017 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Dengan kewajiban, perusahaan yang ekspor wajib membangun smelter dan membayar bea keluar.

Asal tahu saja, Kementerian ESDM pada pekan lalu telah memberikan rekomendasi ekspor ore nikel sebanyak 2,3 juta ton kepada PT Ceria Nugraha Indotama.

"Mereka berkomitmen membangun smelter dengan kapasitas 5 juta ton. Dan membayar bea keluar 10 persen. Kalau dalam enam bulan tidak ada progres ya izin ekspornya di stop," tandasnya. (Pratama Guitarra)

Artikel ini sudah tayang di KONTAN dengan judul "Kata ESDM perihal jatuhnya harga nikel" pada Minggu (09/7/2017)



Sumber KONTAN

25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X