Investasi di Indonesia, Lotte Chemical akan Ajukan "Tax Holiday"

Kompas.com - 10/07/2017, 20:30 WIB
Menperin Airlangga Hartarto saat acara open house di kediamannya di Kawasan Widya Chandra III, Jakarta Selatan, Minggu (25/6/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTOMenperin Airlangga Hartarto saat acara open house di kediamannya di Kawasan Widya Chandra III, Jakarta Selatan, Minggu (25/6/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan petrokimia asal Korea Selatan yakni PT Lotte Petrochemical Titan akan mengajukan insentif fiskal berupa pengurangan pajak sementara atau tax holiday terkait rencana investasi sebesar 3,5 miliar dollar AS di Indonesia. 

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menjelaskan, saat ini pabrik yang tengah dibangun di kawasan industri Krakatau Steel di Cilegon, Banten masih dalam tahap pembebasan lahan.

"Progresnya sekarang baru pembebasan lahan sekitar 60 hektar. Dia masih butuh tambahan 40 hektar untuk reklamasi dan lainnya," kata Menperin Airlangga Hartarto di Kemenperin, Jakarta, Senin (10/7/217). '

Direktur Industri Kimia Dasar Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam mengatakan, pengajuan tax holiday dalam bentuk proposal akan diajukan saat investasi tersebut sudah masuk dalam tahap konstruksi.

Lotte belum mengajukan proposal tax holiday karena mereka harus investasi benaran dulu. Tahapannya begitu. Ada tanah yang sudah dibebaskan, namun mereka minta tambah lagi untuk buat jetty (dermaga).

"Kalau lewat jetty lama, alat baru yang besar ini akan terhambat," kata Khayam.

Pihaknya berharap, agar proses tax holiday ini bisa dilakukan secepatnya. Hal itu disebabkan fasilitas tax holiday hanya berlaku hingga 18 Agustus 2018.

" Tax holiday nantinya berakhir tahun 2018, sehingga pemerintah harus perpanjang lagi kalau Lotte mau mengajukan tax holiday. Tapi kami lihat sih peraturannya akan diperpanjang, karena kami akan butuh banyak investasi yang perlu dikasih insentif," jelasnya.

Lotte Chemical akan segera merealisasikan investasinya untuk memproduksi naphtha cracker dengan total kapasitas sebanyak 2 juta ton per tahun.

Sebagai informasi, proyek tersebut akan menyerap tenaga kerja sekitar 6.000 orang dan 3.000 orang saat mulai beroperasi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X