Turunnya Kesejahteraan, Ketimpangan Lahan, dan Klaim Kepuasan Petani

Kompas.com - 11/07/2017, 07:00 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi
|
EditorAprillia Ika

Ketimpangan lahan ini berdampak pada rendahnya produktivitas dan kesejahteraan petani, serta usaha petani tidak memenuhi skala ekonomi. Idealnya, luas lahan padi, jagung, dan kedelai minimal 1 hektar. Agar petani mampu memenuhi skala ekonominya.

"Kondisi ini yang menyebabkan economy of scale petani gurem kita enggak mungkin bisa bersaing dengan petani yang ada di negara tetangga kita," kata Enny.

"Kalau pemerintah kita selalu orientasinya adalah stabilitas harga pangan, maka yang dilakukan adalah cara instan, penuhi saja dengan impor."

Klaim Kepuasan Petani

Enny menyebut Menteri Pertanian Amran Sulaiman kerap menggunakan hasil riset INDEF mengenai kepuasan petani dalam beberapa kesempatan. Enny membenarkan bahwa INDEF pernah melakukan survei mengenai kepuasan petani.

Berdasarkan hasil survei INDEF bulan Maret 2016 pada 1.200 responden, peserta program Kementerian Pertanian (Kementan) di 9 provinsi, 22 kabupaten, 63 kecamatan dan 254 desa, kebijakan dan program 2015 ini mampu memberikan kepuasan petani 76,8 persen.

"Tapi yang enggak pernah dijelaskan oleh Pak Mentan (Amran Sulaiman) adalah bahwa riset itu sampelnya hanya petani yang menerima bantuan (dari pemerintah)," kata Enny.

"Artinya kalau kepuasan 76 persen, berarti ada sekitar 23,2 persen petani yang tidak puas, dapat bantuan tapi enggak puas." 

Peneliti INDEF Rusli Abdulah merupakan pihak yang melakukan riset mengenai survei tersebut. Adapun tujuan riset tersebut adalah untuk mengevaluasi tingkat kepuasan petani terhadap penyaluran program bantuan Kementan.

Pada tahun 2015, Kementan pernah menyalurkan bantuan traktor, penyimpan padi, pupuk, hingga sertifikasi lahan kepada para petani.

Dia mengatakan, berdasar hasil survei, petani yang mendapat bantuan saja ada yang tidak puas. Apalagi jika petani tersebut tidak mendapat bantuan.

"(Kementan) agar tidak lagi menggunakan hasil survei tersebut," kata Rusli.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.