Aksi "No One Left Behind" Koperasi

Kompas.com - 13/07/2017, 16:08 WIB
Situasi pasar murah yang digelar oleh Koperasi Setia Budi Wanita, Kota Malang, pada 2013. Ribuan koperasi wanita saat ini menjamur di Jawa Timur. Keberadaan koperasi diharapkan mampu meningkatkan kemandirian kaum perempuan, terutama di bidang ekonomi. KOMPAS/DAHLIA IRAWATISituasi pasar murah yang digelar oleh Koperasi Setia Budi Wanita, Kota Malang, pada 2013. Ribuan koperasi wanita saat ini menjamur di Jawa Timur. Keberadaan koperasi diharapkan mampu meningkatkan kemandirian kaum perempuan, terutama di bidang ekonomi.
EditorLaksono Hari Wiwoho

MAKLUMAT International Cooperative Alliance (ICA) 1 Juli 2017 kemarin bagus untuk kita resonansikan. Dalam rilisnya, ICA menyatakan "Co-operative ensure no one is left behind" sebagai tema Hari Koperasi Internasional ke-95. Koperasi wajib memastikan tidak ada yang tertinggal di belakang.

Tentu saja siapa yang sering tertinggal adalah kelompok-kelompok miskin, marginal, dan minoritas. Koperasi, katanya, harus hadir di tengah-tengah mereka.

Sebagai sebuah perusahaan, visi koperasi merupakan model perusahaan masa depan. Yakni, perusahaan yang menempatkan modus demokrasi sebagai fundamen tata kebijakannya dan berorientasi pada keadilan akses serta distribusi kekayaan.

Menurut ICA, dalam rilis itu, koperasi sebagai perusahaan berbasis orang (people-centered) tak perlu gemar memupuk modal. Jauh lebih penting adalah memastikan kekayaan koperasi dapat diakses anggotanya. Imbasnya, kesejahteraan anggota meningkat.

Dengan skema seperti itu, koperasi hadir sebagai jawaban atas ketimpangan yang melanda dunia dewasa ini.

Thomas Piketty (2013) dalam bukunya Capital in the Twenty First Century, menyatakan, konsentrasi kekayaan membuat ketimpangan menjadi akut. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin, terangnya.

Kondisi serupa juga dialami Indonesia. Ketimpangan masih menganga dari 0,402 (2015) turun tipis menjadi 0,394 (2016) dalam Rasio Gini.

Cukup beralasan bila di Tanah Air perayaan Hari Koperasi Nasional ke-70, 12 Juli lalu, mengambil tema "Koperasi Kuat Menjamin Pemerataan Ekonomi Mewujudkan Keadilan Sosial".

Pemerataan ekonomi dan keadilan sosial menjadi gravitasi agenda bersama dengan titik toloknya, koperasi yang kuat. Sehingga sebelum sampai pada ujung keadilan sosial, syarat yang harus ada adalah bagaimana kita bisa membuat koperasi menjadi kuat.

Koperasi kuat

Kompas (9/7/2017) dalam headline-nya tempo lalu mengisahkan beberapa koperasi besar, salah satunya CU Lantang Tipo di Pontianak. Data per Juni 2017 menyebut anggotanya mencapai 182.000 orang dengan 50 kantor cabang dan aset mencapai Rp 2,6 triliun.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menekan Penyebaran Covid-19 Melalui Transportasi Udara

Menekan Penyebaran Covid-19 Melalui Transportasi Udara

Whats New
Balas Donald Trump, China Stop Impor Daging Babi Asal AS

Balas Donald Trump, China Stop Impor Daging Babi Asal AS

Whats New
PT LRT Jakarta Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi yang Tersedia

PT LRT Jakarta Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi yang Tersedia

Work Smart
Pemerintah Evaluasi Kartu Prakerja, Bagaimana Nasib Pendaftaran Gelombang 4?

Pemerintah Evaluasi Kartu Prakerja, Bagaimana Nasib Pendaftaran Gelombang 4?

Whats New
Batal Diakuisisi Hary Tanoe, First Media Didekati Investor Baru

Batal Diakuisisi Hary Tanoe, First Media Didekati Investor Baru

Whats New
Beli Token Listrik Kodenya Tak Muncul, Bagaimana Nasib Dana Pelanggan?

Beli Token Listrik Kodenya Tak Muncul, Bagaimana Nasib Dana Pelanggan?

Whats New
[POPULER MONEY] Lion Air Terbang Lagi | Nasib yang Belum Ikut Sensus Penduduk Online

[POPULER MONEY] Lion Air Terbang Lagi | Nasib yang Belum Ikut Sensus Penduduk Online

Whats New
New Normal, Penumpang Harus Datang 4 Jam Sebelum Terbang

New Normal, Penumpang Harus Datang 4 Jam Sebelum Terbang

Whats New
Sempat Gangguan, Pelanggan Listrik Prabayar Sudah Bisa Akses Token

Sempat Gangguan, Pelanggan Listrik Prabayar Sudah Bisa Akses Token

Whats New
Pengusaha Hotel dan Restoran Butuh Modal Kerja Rp 21,3 Triliun

Pengusaha Hotel dan Restoran Butuh Modal Kerja Rp 21,3 Triliun

Whats New
New Normal, Begini Prosedur Operasional Kantor Cabang BTN

New Normal, Begini Prosedur Operasional Kantor Cabang BTN

Whats New
Beredar Kabar Sejumlah Pilot Di-PHK, Ini Penjelasan Garuda Indonesia

Beredar Kabar Sejumlah Pilot Di-PHK, Ini Penjelasan Garuda Indonesia

Whats New
Anggota DPR Ini Kritisi PEN karena Ada Alokasi yang Cukup Menggelikan...

Anggota DPR Ini Kritisi PEN karena Ada Alokasi yang Cukup Menggelikan...

Whats New
Menaker: Tenaga Medis Hingga Relawan Covid -19 Terlindungi Program Jaminan Kecelakaan Kerja

Menaker: Tenaga Medis Hingga Relawan Covid -19 Terlindungi Program Jaminan Kecelakaan Kerja

Whats New
Ada Tambahan Rp 1,2 Triliun, Nelayan Bakal Dapat Bantuan Rp 600.000 Tiap Bulan

Ada Tambahan Rp 1,2 Triliun, Nelayan Bakal Dapat Bantuan Rp 600.000 Tiap Bulan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X