BI: Uang Rupiah NKRI Simbol Kedaulatan Negara

Kompas.com - 18/07/2017, 16:45 WIB
Uang baru pecahan Rp 100.000 dan Rp 10.000 yang diluncurkan Bank Indonesia, Senin (19/2/2016). BANK INDONESIAUang baru pecahan Rp 100.000 dan Rp 10.000 yang diluncurkan Bank Indonesia, Senin (19/2/2016).
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) pada 17 Agustus 2014 lalu secara resmi menerbitkan dan mengedarkan uang rupiah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Uang ini ditandatangani oleh Gubernur BI dan Menteri Keuangan.

Kemudian, pada tahun 2016 lalu, bank sentral secara resmi menerbitkan dan mengedarkan uang rupiah NKRI Tahun Emisi 2016. Kali ini, seluruh pecahan uang rupiah, baik logam maupun kertas, hadir dengan desain baru yang mewakili seluruh wilayah Indonesia.

Gubernur BI Agus DW Martowardojo menyatakan, uang rupiah Tahun Emisi 2016 adalah alat pembayaran yang sah di wilayah Indonesia.

"Saya mau menyampaikan, rupiah bukan mata uang yang di-internasionalisasi. Mata uang rupiah tahun emisi 2016 itu sah di NKRI," tegas Agus di Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Di media sosial sempat beredar kabar bahwa tempat penukaran valas atau money changer di beberapa negara tidak menerima uang rupiah Tahun Emisi 2016. Menurut Agus, apabila rupiah tidak diterima di negara tersebut tentu ini adalah kebijakan negara yang bersangkutan.

Namun demikian, apabila mau melakukan transaksi pembayaran di Indonesia, maka mata uang yang berlaku adalah rupiah, termasuk uang rupiah Tahun Emisi 2016.

"Rupiah adalah uang di NKRI. Di Indonesia, kalau mau berbelanja di Indonesia dengan rupiah," jelas Agus.

Penggunaan frasa "Negara Kesatuan Republik Indonesia" menggantikan frasa "Bank Indonesia" pada uang rupiah kertas dilakukan sejak tahun 2014 silam. Begitu pula dengan pembubuhan tanda tangan Gubernur BI dan Menkeu.

Bank sentral menyatakan, penggunaan frasa "Negara Kesatuan Republik Indonesia" serta tanda tangan Gubernur BI dan Menkeu mewakili pemerintah dalam uang NKRI menegaskan makna filosofis rupiah sebagai simbol kedaulatan negara yang harus dihormati dan dibanggakan semua warga negara Indonesia.

Penghargaan warga negara Indonesia pada mata uangnya sendiri akan mendorong berdaulatnya rupiah di negeri sendiri, dan pada gilirannya, rupiah diharapkan akan sejajar dengan mata uang utama dunia lainnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X