Sri Mulyani Minta Nelayan Ikut Pantau Perairan Indonesia

Kompas.com - 20/07/2017, 14:42 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani(kiri) , Kepala Polisi Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian (tengah) dan perwakilan kepolisian Taiwan saat rilis terkait kasus tangkapan penyelundupan narkoba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (20/7/2017). Seberat 1 ton narkoba jenis sabu asal China telah digagalkan Tim Gabungan Satuan Tugas Merah Putih yang terdiri dari petugasDirektorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok pada Kamis minggu lalu di Anyer Serang, Banten. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELIMenteri Keuangan Sri Mulyani(kiri) , Kepala Polisi Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian (tengah) dan perwakilan kepolisian Taiwan saat rilis terkait kasus tangkapan penyelundupan narkoba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (20/7/2017). Seberat 1 ton narkoba jenis sabu asal China telah digagalkan Tim Gabungan Satuan Tugas Merah Putih yang terdiri dari petugasDirektorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok pada Kamis minggu lalu di Anyer Serang, Banten.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengimbau nelayan untuk ikut menjaga perairan Indonesia. Terutama dalam menjaga kedaulatan Indonesia dari ancaman psikotropika maupun kejahatan ekonomi, seperti penyelundupan.

"Saya ingin mengimbau kepada nelayan, apabila melihat berbagai kegiatan yang mencurigakan untuk bisa menyampaikan kepada aparat berwajib," kata Sri Mulyani, dalam konferensi pers bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (20/7/2017).

Nelayan, lanjut dia, dapat melaporkan gerak gerik mencurigakan di perairan Indonesia tersebut kepada Bea Cukai, Badan Narkotika Nasional (BNN), maupun TNI/Polri.

Sri Mulyani mencontohkan salah satu kasus besar yang terjadi di perairan Indonesia adalah pengangkutan sabu seberat 1 ton oleh kapal Wanderlust.

Sabu tersebut diketahui dibawa ke Indonesia melalui jalur laut menggunakan kapal besar dan kemudian dilanjutkan dibawa dengan kapal kecil.

"Kegiatan ini adalah ship to ship, pemindahan. Jadi kalau nelayan kita memang mengetahui dan melihat adanya kegiatan-kegiatan yang mencurigakan untuk bisa menyampaikan kepada aparat yang berwajib," kata Sri Mulyani.

Tim patroli laut dari Bea Cukai menangkap kapal Wanderlust di perairan Tanjung Berakit. Kemudian kapal Wanderlust diamankan ke gudang tangkapan KPU Bea Cukai Tipe B Batam di Tanjung Uncang.

Selain itu, empat orang awak kapal yang merupakan warga negara Taiwan juga ditangkap. Yakni Lin Ming Hui, Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hsu Yung Li.

Namun Lin Ming Hui tewas ditembak polisi karena melawan saat akan ditangkap. Pihak kepolisian memperkirakan barang bukti sabu sebanyak 1 ton dari China yang diamankan di Anyer, Serang, Banten, setara dengan Rp 2 triliun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X