Bukan Merek, Milenial Hargai Cerita di Balik Produk Konsumsi

Kompas.com - 23/08/2017, 20:50 WIB
Bekraf memfasilitasi kehadiran 8 merek produk ekonomi kreatif yaitu: Braow Goods; Djalin; Indo Risakti; Jamooga; Jenggala; Kayou; Maharanicraft; dan Sepiring Indonesia di pameran NY Now di New York, 19-23 Agustus 2017. Ke delapan merek tersebut dijaring melalui metode open call dengan total produk yang mendaftar sebanyak 130. Kompas.com/Wisnu NugrohoBekraf memfasilitasi kehadiran 8 merek produk ekonomi kreatif yaitu: Braow Goods; Djalin; Indo Risakti; Jamooga; Jenggala; Kayou; Maharanicraft; dan Sepiring Indonesia di pameran NY Now di New York, 19-23 Agustus 2017. Ke delapan merek tersebut dijaring melalui metode open call dengan total produk yang mendaftar sebanyak 130.
|

New York, Kompas.com - Produk konsumsi bisa sama saja bentuk dan fungsinya. Namun, cerita di balik produk konsumsi itu menjadi daya tarik lebih bagi konsumen di luar persoalan harga.

Milenial juga lebih menghargai proses dan bagaimana sebuah produk diciptakan. Mereka menghargai pengalaman akan sebuah produk di atas merek. Cerita menjadi bagian menarik dari sebuah produk.

Hal itu mengemuka dalam sesi seminar di sela-sela pameran dagang NY NOW 2017 di Javits Center, Selasa (22/8/2017). NY NOW adalah pameran dagang yang menghadirkan 2.400 desainer/produk dari seluruh dunia.

"Fashion ethics mengemuka dan makin jadi perhatian. Salah satu alasan konsumen membeli sebuah produk adalah soal-soal etika ini, juga bagi para milenial," ujar Karen Gibbs.

(Baca juga: Delapan Merek Indonesia Berlaga di NY NOW 2017)

Menurutnya, sebuh produk yang dihasilkan dari ekspolitasi tenaga kerja dan perlakuan yang tidak adil mulai ditinggalkan konsumen. 

Studi menyebutkan, 76 persen orang mau membayar produk garmen 25 dollar AS daripada 20 dollar AS jika ada keterangan dan sertifikasi produknya tidak ekspolitatif terhadap pekerja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tragedi Rana Plaza di Bangladesh menyadarkan konsumen akan hal ini," ujar Gibbs.

(Baca Juga: Korban Tewas Rana Plaza Banglades Tembus 1.126 Orang)

Selain itu, isu kelestarian lingkungan dan bagaimana sebuah produksi merusak atau justru menyelamatkan lingkungan juga menjadi perhatian.

Keprihatinan akan hal-hal ini meningkat seiring ancaman nyata akan perubahan iklim karena aktivitas produksi yang tidak ramah lingkungan.

Abaikan merek

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.