Bukan Merek, Milenial Hargai Cerita di Balik Produk Konsumsi

Kompas.com - 23/08/2017, 20:50 WIB
Kipas tangan buatan Wiracana saat tampil di pameran dagang NY NOW 2017 di Javits Center, New York 19-23 Agustus 2017. Pameran dagang ini diikuti sekitar 2.400 desainer dari seluruh dunia dan dihadiri sektar 24.000 orang yang sebagian besar adalah buyer.                                 Kompas.com/Wisnu NugrohoKipas tangan buatan Wiracana saat tampil di pameran dagang NY NOW 2017 di Javits Center, New York 19-23 Agustus 2017. Pameran dagang ini diikuti sekitar 2.400 desainer dari seluruh dunia dan dihadiri sektar 24.000 orang yang sebagian besar adalah buyer.
|

Kabar baiknya, di tengah perhatian pada hal-hal ketenagakerjaan dan lingkungan ini, para pembeli khususnya milenial tidak terpaku pada sebuah merek untuk mengkonsumsi produk. 

"Sebanyak 72 persen milenial memilih mengeluarkan uang lebih untuk sebuah pengalaman atau pemahaman di atas benda-benda atau merek yang mereka beli," ujar Gibbs.

Dalam semangat inilah, produk-produk Indonesia yang dipamerkan di NY NOW 2017 dipilih. Pemilihan produk yang difasilitasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Konsulat Jenderal RI di New York.

Untuk keperluan itu, Jennifer Isaacson sebagai konsultan/kurator dan pendamping menuju pameran dilibatkan. Total, ada delapan desainer/produk pilihan Bekraf dan enam desainer/produk pilihan KJRI.

(Baca Juga: Ini Delapan Desainer Indonesia Pilihan Bekraf di NY NOW 2017)

Enam pilihan KJRI

Enam desanier/produk pilihan KJRI itu adalah Wiracana Hand Fan, Saraswati Paper, Bali Bakti Anggara, Gracia Bag, Galeri Batik Jawa, dan Melookmel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wiracana Hand Fan adalah produk kipas tangan asal Bali yang telah turun temurun diproduksi dan bertahan menjadi satu-satunya produsen kipas tangan. Wiracana sudah menembus pasar dunia.

Produk Wiracana telah menjadi koleksi sejumlah museum di beberapa kota besar seperti Museum Hand Fan di London.

Saraswati Paper mengolah limbah kertas dan kotoran hewan menjadi kertas yang bisa digunakan kembali. Beragam bentuk dan ukuran kertas diolah dari limbah kertas dan kotoran hewan seperti Gajah.

Konsumen yang sadar lingkungan dan ingin berupaya mencegah kerusakan lingkungan memberi apresiasi lebih atas produk-produk macam ini. Pasar produk saraswati umumnya di Amerika Serikat dan Eropa.

Sejumlah buku dari kertas daur ulang produksi Saraswati Paper saat tampil di pameran dagang NY NOW 2017 di Javits Center, New York 19-23 Agustus 2017. Pameran dagang ini diikuti sekitar 2.400 desainer dari seluruh dunia dan dihadiri sektar 24.000 orang yang sebagian besar adalah buyer.                               Kompas.com/Wisnu Nugroho Sejumlah buku dari kertas daur ulang produksi Saraswati Paper saat tampil di pameran dagang NY NOW 2017 di Javits Center, New York 19-23 Agustus 2017. Pameran dagang ini diikuti sekitar 2.400 desainer dari seluruh dunia dan dihadiri sektar 24.000 orang yang sebagian besar adalah buyer.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.