Kuatnya Brand Soekarno

Kompas.com - 13/06/2018, 18:59 WIB
Pekerja mengecat ulang patung Soekarno yang ada di kompleks Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (5/6/2012).  KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Pekerja mengecat ulang patung Soekarno yang ada di kompleks Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (5/6/2012).

Aksi-aksi kemanusiaan Putri Diana memikat perhatian dan diingat begitu banyak orang sampai sekarang, seperti saat dia mengunjungi Bosnia dan Angola kemudian berjalan menyusuri ladang ranjau.

Tidak terbayang sebelumnya oleh orang bahwa seorang putri kerajaan akan mau turun langsung menggalang dukungan bantuan untuk korban ranjau. Berkat rekam jejak-nya di bidang kemanusiaan itulah brand Putri Diana terbangun dengan kuat.

Lalu, Bung Karno kembali dapat menjadi contoh yang begitu kuat untuk menunjukkan bagaimana sebuah personal brand dibangun dengan komponen Pemikiran.

Seperti pledoi Indonesia Menggugat, kemudian pidato Pancasila 1 Juni 1945, sampai berbagai tulisan dan pidato-pidatonya sebagai Presiden Republik Indonesia, semua itu adalah pemikiran Bung Karno yang sampai sekarang terus menerus memikat, dicetak ulang, dibaca, dan disebarkan oleh banyak orang.

Pemikiran Soekarno dan komunikasi 3M

Lebih istimewa lagi, hampir setiap saat Soekarno mengutarakan pemikirannya ke publik (rakyat), dia tampak selalu menggunakan rumus 3M dalam berkomunikasi, yaitu mencerahkan, menghibur, dan menggerakkan.

Mencerahkan artinya selalu memberikan informasi yang baru, mendidik, dan membuka perspektif para pendengar atau pembaca pemikirannya.

Contohnya, dalam Pidato Pancasila 1 Juni 1945, ketika Soekarno secara runut menjelaskan berbagai bentuk dasar negara yang ada di dunia saat itu, sebelum kemudian mengutarakan dan mengajukan Pancasila sebagai dasar negara yang tepat untuk Indonesia.

Dalam proses penjelasan yang runut tersebut, Soekarno memberikan pencerahan kepada para pendengar dan pembaca tulisan pidatonya, terutama tentang mengapa dia mengajukan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan apa makna dari Pancasila itu sendiri yang dia sarikan menjadi Ekasila yaitu gotong royong.

Menghibur artinya selalu membuat orang terpikat dengan apa yang ingin kita sampaikan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X