Kuatnya Brand Soekarno

Kompas.com - 13/06/2018, 18:59 WIB
Pekerja mengecat ulang patung Soekarno yang ada di kompleks Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (5/6/2012).  KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Pekerja mengecat ulang patung Soekarno yang ada di kompleks Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (5/6/2012).

Kita sering dengar cerita bahwa Bung Karno adalah orator yang unggul. Bahkan, orang zaman dulu akan duduk tenang di samping radio menyimak dengan serius apa yang akan disampaikan Soekarno.

Seseorang bisa saja memiliki pemikiran yang hebat, tapi jika dia gagal memikat perhatian orang maka pemikirannya menjadi seperti berlian yang tenggelam dalam kegelapan. Tidak akan ada orang yang menyadari bahwa pemikirannya itu hebat.

Adapun menggerakkan adalah bagian sangat penting dalam sebuah komunikasi. Sebab, inti dari komunikasi bukanlah menyampaikan sesuatu, melainkan membuat orang lain untuk berpikir dan melakukan sesuatu yang kita inginkan.

Inti komunikasi itu seperti ketika Soekarno mengutarakan tentang Revolusi Mental sebagai Gerakan Hidup Baru rakyat Indonesia dalam amanat-nya sebagai Presiden Republik Indonesia pada 17 Agustus 1957 yang berjudul “Satu Tahun Ketentuan”.

Ketika kita membaca lagi amanat itu, terlihat bahwa Soekarno tidak hanya ingin menjelaskan apa itu Gerakan Hidup Baru, tapi dia lebih ingin menyemangati dan menggerakkan rakyat Indonesia untuk melaksanakannya.

Personal brand butuh ketulusan

Namun, pada akhirnya yang paling penting dalam membangun sebuah personal brand yang kuat adalah ketulusan.

Ketika seseorang itu aslinya adalah sosok yang pendiam, tidak baik kita membangun personal brand-nya sebagai seseorang yang banyak bicara.

Atau, ketika seseorang itu aslinya adalah sosok yang senang turun ke lapangan, akan canggung untuk membangun personal brand dirinya sebagai seorang yang sering duduk di belakang meja.

Bisa saja personal brand dibangun tanpa ketulusan atau tidak sesuai dengan sifat asli seseorang, tapi itu akan membuat personal brand-nya menjadi lemah dan tidak akan tahan teruji oleh waktu.

Dalam brand Soekarno, kita merasakan ada ketulusan terutama dalam hal membangun bangsa dan negara.

Dalam berbagai pemikirannya kita melihat ada konsistensi cita-cita Presiden pertama Republik Indonesia. Itulah yang membuat brand Soekarno menjadi begitu kuat dan akan terus menguat seiring waktu berjalan. 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X