Pindad Pamerkan Panser Anoa 2 di Indonesia Business and Development

Kompas.com - 05/10/2018, 20:49 WIB
Panser Anoa Amphibious yang ditumpangi Presiden Joko Widodo saat menghadiri Rapim TNI 2017 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (16/1/2017). Kristian ErdiantoPanser Anoa Amphibious yang ditumpangi Presiden Joko Widodo saat menghadiri Rapim TNI 2017 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (16/1/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pindad (Persero) memamerkan kendaraan tempur terbaru buatan mereka yakni Panser Anoa 2 jenis APC pada gelaran "Indonesia Business and Development" (IBD) EXPO 2018 di Surabaya.

"Kami sengaja memamerkan Panser Anoa 2 jenis APC terbaru buatan kami ini untuk memberi informasi kepada masyarakat bahwa BUMN juga memberi kontribusi kepada negara terutama di bidang peralatan pertahanan," kata teknisi PT Pindad (Persero) Bintoro Budi di Surabaya, Jumat (5/10/2018).

Budi menyebutkan, Panser Anoa 2 jenis APC yang dipamerkan adalah kendaraan untuk mengangkut personel, mempunyai keunggulan pada mesin yang telah memakai mesin euro 2 dan keamannya untuk personel.

"Keunggulan lain, komponen 60 persen lebih atau sekitar 75 persen dibuat dalam negeri, hanya mesin yang dibuat luar negeri yakni dari Perancis," katanya.

Baca juga: Naik Panser Anoa, Presiden Jokowi Lepas 970 Pasukan Perdamaian PBB

Panser Anoa 2 jenis APC mampu mengangkut sebanyak 12 personel, pengemudi, komandan, dan penembak. Kendaraan itu juga dilengkapi radio komunikasi antarkendaraan, kru dan komanda pusat.

Panser generasi ke-2 itu, melengkapi kendaraan tempur yang telah dibuat PT Pindad antara lain APR 1, APR 2, Anoa 1, Anoa 2. Panser Anoa 2 sendiri terdiri dari beberapa versi yakni versi APC untuk mengangkut personel, ada Panser Komando untuk pengontrolan komando, Panser Recovery untuk perbaikan dan Panser Ambulans.

"Selain Panser Anoa, pada IBD Expo 2018 PT Pindad juga memamerkan beberapa produk antara lain produk senjata amunisi, senjata serbu, senjata sniper, senjata genggam dan eskavator," kata dia.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyak Saham Auto Reject Bawah, Netizen Salahkan Sekuritas Lakukan 'Forced Sell'

Banyak Saham Auto Reject Bawah, Netizen Salahkan Sekuritas Lakukan "Forced Sell"

Whats New
Sri Mulyani Peringatkan Masalah Vaksin Bisa Jadi Krisis Moral Dunia

Sri Mulyani Peringatkan Masalah Vaksin Bisa Jadi Krisis Moral Dunia

Whats New
Ada Penggeledahan Kejagung Terkait Dugaan Korupsi, BPJS Ketenagakerjaan Tetap Beroperasi Normal

Ada Penggeledahan Kejagung Terkait Dugaan Korupsi, BPJS Ketenagakerjaan Tetap Beroperasi Normal

Whats New
Kemenkop UKM dan Kemenparekraf Berkolaborasi untuk Kembangkan 5 Destinasi Super-Prioritas

Kemenkop UKM dan Kemenparekraf Berkolaborasi untuk Kembangkan 5 Destinasi Super-Prioritas

Rilis
Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2021 Akan Lebih Rendah dari Tahun lalu

Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2021 Akan Lebih Rendah dari Tahun lalu

Whats New
Viral Video Pengiriman Paket Berisikan Ular Hidup, Ini Tanggapan Perusahaan Logistik

Viral Video Pengiriman Paket Berisikan Ular Hidup, Ini Tanggapan Perusahaan Logistik

Whats New
Ini Waktu yang Dipilih Masyarakat untuk Menjual Mobilnya

Ini Waktu yang Dipilih Masyarakat untuk Menjual Mobilnya

Spend Smart
KSPI: Turunnya Jumlah Peserta BPJS Ketenagakerjaan Bukti Ledakan PHK Gelombang Kedua

KSPI: Turunnya Jumlah Peserta BPJS Ketenagakerjaan Bukti Ledakan PHK Gelombang Kedua

Rilis
Waktunya Pemerintah dan Swasta Bersatu Tanggulangi Dampak Pandemi Covid-19

Waktunya Pemerintah dan Swasta Bersatu Tanggulangi Dampak Pandemi Covid-19

Whats New
OJK Usul Spin Off Bank Syariah Tak Wajib Dilakukan

OJK Usul Spin Off Bank Syariah Tak Wajib Dilakukan

Whats New
Sri Mulyani: Kita Beruntung Bisa Amankan Vaksin, Banyak Negara yang Kesulitan

Sri Mulyani: Kita Beruntung Bisa Amankan Vaksin, Banyak Negara yang Kesulitan

Whats New
Saat Susi Khawatir 'Keserakahan' Aplikasi Belanja Online Bikin Mati Pedagang Kecil

Saat Susi Khawatir "Keserakahan" Aplikasi Belanja Online Bikin Mati Pedagang Kecil

Whats New
Stok Bawang Menipis, Indonesia Bersiap Impor

Stok Bawang Menipis, Indonesia Bersiap Impor

Whats New
Vaksinasi Covid-19, Sri Mulyani Minta Pemda Tak Hanya Andalkan Pusat

Vaksinasi Covid-19, Sri Mulyani Minta Pemda Tak Hanya Andalkan Pusat

Whats New
Mengintip Tren Membeli Mobil Selama Masa Pandemi

Mengintip Tren Membeli Mobil Selama Masa Pandemi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X