Juni 2019, Produksi Pesawat Boeing 737 Dikebut, Ada Apa?

Kompas.com - 05/02/2019, 13:56 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru serta populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEAR Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru serta populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

SEATTLE, KOMPAS.com - Pabrikan pesawat asal AS, The Boeing Co akan mendorong produksi pesawat jetliner terlarisnya, yakni seri 737. Peningkatan produksi Boeing 737 akan dimulai pada pekan pertama Juni 2019 mendatang.

Dikutip dari Reuters, Selasa (5/2/2019), seorang sumber menyatakan rencana peningkatan produksi tersebut dilakukan sejalan dengan upaya Boeing menjawab besarnya permintaan global. Selain itu, Boeing juga terus menghadapi persaingan sengit dengan Airbus.

Boeing menargetkan produksi 737 sebanyak 57 unit per bulan mulai 3 Juni 2018. Adapun menurut seorang sumber, saat ini rata-rata produksi Boeing 737 per bulannya mencapai 52 unit.

Baca juga: 2018, Penjualan Boeing Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Penambahan produksi sebanyak 5 unit per bulan tersebut merupakan upaya Boeing untuk menaikkan marjin laba terhadap pesawat terlarisnya itu. Diketahui harga per unit pesawat Boeing 747 berkisar antara 85,8 juta hingga 129,9 juta dollar AS.

Pesawat jetliner seri 737 adalah penyumbang terbesar laba bagi Boeing. Semakin banyak pesawat seri 737 yang diproduksi setiap bulannya, maka semakin sedikit yang dibayarkan Boeing kepada pemasok suku cadang.

Ketika maskapai menyetorkan uang untuk pemesanan pesawat, butuh waktu cukup lama sampai akhirnya pesawat tersebut bisa melalui tahap pengujian akhir dan pengiriman.

Boeing menyatakan bakal meningkatkan produksi pada tahun ini, namun tidak menjelaskan secara terperinci. Juru bicara Boeing pun enggan menjelaskan hal tersebut.

Baca juga: Sepanjang 2018, Boeing Catat Rekor Pengiriman 806 Pesawat

Sementara itu, pesaing Boeing asal Eropa, Airbus SE hampir mencapai rata-rata produksi pesawat gang tunggal terlarisnya, yakni seri A320 sebanyak 60 unit per bulan. Angka ini lebih besar dibandingkan produksi Boeing lantaran liburan musim panas Eropa yang panjang.

Pekan lalu, CEO Boeing Dennis Muilenberg menyatakan pihaknya masih mengalami permasalahan tertundanya pasokan mesin dari perusahaan patungan AS-Perancis, CFM International. Namun, Boeing telah memindahkan sejumlah bagian dari rantai pasoknya.

Permasalahan dengan CFM ini menjadi penyebab utama kendala produksi pesawat Boeing 737 pada tahun lalu.

 




Close Ads X