Kelola Keuangan, Milenial Jangan Kalah oleh "Baby Boomers"

Kompas.com - 03/03/2019, 12:02 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Perencanaan keuangan bukan hanya berlaku untuk orang yang sudah berumah tangga, tetapi milenial harus sudah memiliki perencanaan keuangan sebelum terlambat.

"Kalau untuk orang yang sudah berkeluarga mungkin bisa deposito, logam mulia, atau properti. Tapi kalau untuk milenial coba mulai dengan tabungan, reksadana, dan pembelian bitcoin" Kata Mohamad Andoko, penulis buku 'Manage Your Cash Flow, Manage Your Life" saat ditemui Kompas.com, Sabtu (03/03/2019)

Menurut dia, milenial harus belajar cara menabung atau menginvestasikan uangnya dan mencari tahu mana investasi yang baik sesuai kebutuhan mereka.

"Kalau baru mau mulai investasi coba di reksa dana. Karena di situ risikonya lebih kecil dibanding investasi lainnya," ujar Andoko.

Baca juga: Saat Sri Mulyani Cerita Popularitas Utang di Depan Milenial Kreatif...

Selain reksadana, kaum milenial juga bisa memulai investasi obligasi dibarengi dengan mencari tahu aset finansial lainnya seperti saham. Milenial juga perlu memperhatikan resiko di setiap aset finansial sehingga lebih memahami tentang perencanaan finansial mendatang.

Apalagi sebutnya, di zaman yang serba digital ini orang semakin mudah dalam mencari informasi dan semakin maraknya investasi yang menjanjikan.

Generasi milenial harus lebih bisa mengatur keuangan dan jangan mudah tergiur sehingga menjadi korban diskon maupun promo.

"Anak milenial zaman sekarang cita-citanya tinggi. Mau ke luar negeri karena ada travel fair, mau beli gadget canggih, mau kredit mobil dan sebagainya tapi tidak memperhatikan cash flow yang sudah negatif. Itu sebabnya perlunya mengatur keuangan dan jangan mudah tergiur," kata Joice Tauris Santi, penulis lain buku tersebut.

Baca juga: 4 Penyebab Kaum Milenial Stres, Keuangan Jadi Sumber Utama

Milenial harus bisa mengatur dirinya dan membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Bila sudah bisa membedakan, maka manajemen keuangan akan lebih mudah dipraktekkan.

"Menurut saya manage your life itu adalah memanajemen diri sendiri. kalau seseorang sudah bisa memanajemen dirinya, makan manajemen uang akan mudah dilakukan," tambah psikolog dan Human Capital Coach, Asep Haerul Gani.

Andoko juga menyarankan untuk memulai investasi yang lebih mudah bagi seseorang yang telah berkeluarga dan mengalami kesulitan finansial. Cara menanggulangi hal itu bisa dengan mulai menabung di bank atau melakukan investasi reksa dana.

Lebih jauh, Andoko menyarankan jangan takut untuk berinvestasi di aset finansial Indonesia. Dirinya pernah berinvestasi saham di salah satu Bank BUMN sejak tahun 2003 sampai sekarang dan membuktikan bahwa masih banyak ladang investasi lain yang bagus asal terus melakukan riset dan analisa.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X