Cerita Dirut AP II Kesulitan Cari Ahli Hukum Udara di Indonesia

Kompas.com - 05/03/2019, 07:08 WIB
Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin memberikan pemaparan tentang industri 4.0 dalam ?CEO Goes to Campus? di Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, Senin (4/3/2019). KOMPAS.com/RENI SUSANTIDirektur Utama AP II, Muhammad Awaluddin memberikan pemaparan tentang industri 4.0 dalam ?CEO Goes to Campus? di Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, Senin (4/3/2019).

SUMEDANG, KOMPAS.com – Direktur Utama Angkasa Pura (AP) II, Muhammad Awaluddin berbagi kisah tentang sulitnya mencari karyawan yang ahli dalam hukum udara di Indonesia.

“Kami di AP butuh hukum udara. Nyarinya bukan di kampus, (karena) enggak ada,” ujar Awaluddin di hadapan ratusan mahasiswa dalam “CEO Goes to Campus” di Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, Senin (4/3/2019).

Setelah mencari, ia menemukan satu kandidat di Linked In. Orang tersebut asli Indonesia namun sudah ada di Belanda.

“Karena sudah di luar negeri, mikirnya panjang, dan sampai sekarang belum (bergabung),” tutur Awaluddin kepada Kompas.com.

Baca juga: BUMN akan Buka 11.000 Lowongan Kerja

Saat ini, AP memiliki orang yang ahli di bidang hukum udara. Mereka lulusan Unpad yang tertarik dengan hukum udara. Namun jumlah yang dibutuhkan lebih banyak.

Awaluddin menyebutkan, kisah ahli hukum udara ini hanya bagian kecil dari kebutuhan industri yang belum dioptimalkan oleh kampus sebagai pencetak SDM.

Bahkan dia melihat, di banyak kampus, jurusan Fakultas Ekonomi dari zaman dulu masih tiga yaitu studi pembangunan, manajemen, dan akuntansi.

Padahal di era 4.0, perguruan tinggi harus beradaptasi, misalnya dengan membuka jurusan digital business. Atau ketika terjadi backlog di bidang logistik, bisa dibuka digital logistic. Begitupun dengan rekayasa teknologi pertanian.

“Yang memiliki keahlian khusus di bidang tertentu masih sedikit. Untuk itu, kalau (milenial) tidak fokus di satu bidang akan sulit. Karena (saat masuk perusahaan), bidang keahliannya dianggap terlalu umum,” tuturnya.

Baca juga: Mau Kerja Sebagai Roadster Jasa Marga? Ini Persyaratannya

Awaluddin mengaku, beberapa kampus besar sudah mengembangkan jurusannya dengan membuka digital business. Namun hingga kini, belum menghasilkan lulusan. Padahal kebutuhannya saat ini besar dan sangat relevan dengan kebutuhan industri.

Untuk itu ia mengajak mahasiswa untuk melakukan penelitian tentang kebandarudaraan. Ia pun menggenjot kerja sama dengan kampus agar tercipta sinergitas antara kampus dengan kebutuhan industri.

Misalnya kerja sama antara Boeing dengan Institut Teknologi California (Caltech). Para mahasiswa itu magang di tim desain Boeing.

“Output dari kerja sama itu, desain 787 Dreamliner salah satunya dari mahasiswa-mahasiswa tersebut,” ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Dorong Industri Makanan dan Minuman Terapkan Industri 4.0

Pemerintah Dorong Industri Makanan dan Minuman Terapkan Industri 4.0

Rilis
Tempat Wisata Dibuka Tetapi Mudik Dilarang, Sandiaga: Pariwisata Bukan Jadi Masalah

Tempat Wisata Dibuka Tetapi Mudik Dilarang, Sandiaga: Pariwisata Bukan Jadi Masalah

Whats New
Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Whats New
PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

Rilis
Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Whats New
AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

Whats New
Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Whats New
Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Smartpreneur
Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Whats New
Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Whats New
Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Whats New
Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Whats New
OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

Whats New
Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Whats New
Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X