Bea Cukai Cek Buku Impor Murah di Big Bad Wolf

Kompas.com - 05/03/2019, 20:14 WIB
Event BBW yang semakin luas dengan total 5 hall di Ice BSD, Senin (4/3/2019) KOMPAS.COM/PAVEL TANUJAYAEvent BBW yang semakin luas dengan total 5 hall di Ice BSD, Senin (4/3/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pernah datang dan membeli buku di pameran Big Bad Wolf? Jika pernah, barangkali ada satu pertanyaan yang terlintas.

Mengapa buku impor di Big Bad Wolf dijual begitu murah dibandingkan buku impor di tempat lain?

Hal ini juga mendapatkan perhatian Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Bahkan dalam waktu dekat, Bea Cukai akan mengeceknya.

Baca juga: Ini Syarat yang Diminta Bea Cukai agar E-Commerce Bisa Impor dengan Mudah

"Nanti aku cek laporannya," ujar Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Menurut Heru, setiap buku impor yang masuk ke Indonesia pasti dikenai bea masuk, kecuali buku ilmu pengetahuan.

Sejak 2016, buku impor ilmu pengetahuan sudah dibebaskan dari bea masuk, pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) dan pungutan pajak penghasilan (PPh) pasal 22.

Baca juga: Buku Impor Akan Bebas Pajak

Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 103/PMK.04/2007 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 122/PMK.011/2013.

Saat ditanya kapan akan mengecek laporan impor buku-buku di Big Bad Wolf, Heru menyebut Bea Cukai akan melakukannya pada Rabu (6/3/2019) esok.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Spend Smart
Kemnaker Harap ACRF Buat Ketenagakerjaan ASEAN Lepas dari Dampak Buruk Covid-19

Kemnaker Harap ACRF Buat Ketenagakerjaan ASEAN Lepas dari Dampak Buruk Covid-19

Whats New
BUMN Ini Buka Rekrutmen Pegawai, Simak Posisi dan Syaratnya

BUMN Ini Buka Rekrutmen Pegawai, Simak Posisi dan Syaratnya

Whats New
Covid-19 dan Libur Panjang Pengaruhi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Covid-19 dan Libur Panjang Pengaruhi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Indonesia Kaya Bahan Baku, Luhut: Selama Ini Kita Hanya Gali-gali dan Ekspor...

Indonesia Kaya Bahan Baku, Luhut: Selama Ini Kita Hanya Gali-gali dan Ekspor...

Whats New
Panduan Cek Penerima BPUM UMKM BRI via Eform

Panduan Cek Penerima BPUM UMKM BRI via Eform

Whats New
Saat Sri Mulyani Mengaku Pernah Dapat Rapor Merah Kala Sekolah...

Saat Sri Mulyani Mengaku Pernah Dapat Rapor Merah Kala Sekolah...

Whats New
Pemerintah Putuskan Upah Minimum Tahun Depan Tidak Naik!

Pemerintah Putuskan Upah Minimum Tahun Depan Tidak Naik!

Whats New
Reksadana Terproteksi Masih Diminati Investor, Ini Sebabnya

Reksadana Terproteksi Masih Diminati Investor, Ini Sebabnya

Earn Smart
[POPULER MONEY]  Cara Dapat BLT UMKM bila Tempat Usaha Beda dengan Alamat KTP | Penjelasan BCA soal Deposito Hangus

[POPULER MONEY] Cara Dapat BLT UMKM bila Tempat Usaha Beda dengan Alamat KTP | Penjelasan BCA soal Deposito Hangus

Whats New
Memaknai Sumpah Pemuda dari Spirit Kewirausahaan

Memaknai Sumpah Pemuda dari Spirit Kewirausahaan

Smartpreneur
Dorong Pembangunan Ekonomi, Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Pertanian

Dorong Pembangunan Ekonomi, Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Pertanian

Whats New
Kronologi Nasabah BCA yang Mengaku Depositonya Hangus Setelah 32 Tahun

Kronologi Nasabah BCA yang Mengaku Depositonya Hangus Setelah 32 Tahun

Whats New
Akumindo: Ada 30an Juta UMKM Rontok Selama Pandemi karena Tak Mau Beralih ke Digital

Akumindo: Ada 30an Juta UMKM Rontok Selama Pandemi karena Tak Mau Beralih ke Digital

Whats New
Laba Bersih Astra Turun 12 Persen, Jadi Rp 14 Triliun

Laba Bersih Astra Turun 12 Persen, Jadi Rp 14 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X