Per Januari 2019, Pengguna Pinjaman Online Mencapai 5 Juta Rekening

Kompas.com - 05/03/2019, 21:18 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat menjadi pembicara di acara meningkatkan inklusi keuangan dengan fintech di Jakarta, Selasa (5/2/2019). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIAKetua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat menjadi pembicara di acara meningkatkan inklusi keuangan dengan fintech di Jakarta, Selasa (5/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Fintech peer to peer lending atau yang dikenal sebagai pinjaman online berkembang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, jumlah rekening peminjam per Januari 2019 tumbuh 18 persen dibandingkan periode sebelumnya menjadi 5,16 juta rekening.

"Dalam waktu dua tahun ada 5 juta nasabah yang punya akan di fintech. Ini suatu yang luar biasa," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Jakarta, Selasa (5/2/2019).

Wimboh mengatakan, rata-rata nasabah merupakan masyarakat yang tak terjangkau bank dan berada di wilayah terpencil. Mereka sulit mendapatkan pinjaman dari bank sehingga memanfaatkan pinjol yang memang ditujukan untuk unbankable.

"Itu sektor informal yang tidak punya izin tapi eksis kayak tukang jamu, tukang bakso, nasi goreng, bisa masuk situ," kata Wimboh.

Sementara itu, per Januari 2019, jumlah lender atau pemberi pinjaman tumbuh 29 persen menjadi 267.496 entitas. Adapun akumulasi penyaluran pinjaman per Januari 2019 mencapai 25,9 triliun dan outstanding pinjaman di periode yang sama sebesar 5,7 triliun.

Wimboh mengatakan, dengan capaian tersebut, fintech mampu mendongkrak inklusi keuangan beberapa waktu terakhir. Tahun ini saja pemerintah menargetkan inklusi keuangan mencapai 75 persen dari seluruh masyarakat Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Nanti inklusi keuangan bukan hanya tabungan, tapi juga akses keuangan. Kalau sudah punya lendiny, biasabya akan dikasih tabungan," kata Wimboh.

Wimboh menambahkan, pinjol berpotensi besar digunakan di daerah terpencil di mana banyak masyarakatnya punya usaha rumahan dan UMKM. Selain fintech, pemerintah juga membuka jalur Bank Wakaf Mikro yang dibuka di pesantren. Menurut Wimboh, potensi BWM juga luar biasa dan mendapat respon positif.

"Ini ada hubungan positif dengan pertumbuhan ekonomi, otomatis jadi tergerak. Yang tadinya pinjam uang susah, sektor informal bisa dapat pembiayaan," kata Wimboh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.