Emiten Konstruksi PP Presisi Bidik Laba Bersih Rp 500 Miliar

Kompas.com - 06/03/2019, 12:27 WIB
Progres Tol Pandaan-Malang per Senin (17/9/2018). Dokumentasi Jasamarga Pandaan MalangProgres Tol Pandaan-Malang per Senin (17/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Emiten konstruksi PT PP Presisi Tbk (PPRE) membidik perolehan laba bersih sebesar Rp 500 miliar pada tahun 2019. Target tersebut lebih tinggi 20-30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, pendapatan perusahaan kontraktor yang fokus ke pekerjaan sipil dan struktur bangunan itu, juga diproyeksikan meningkat sekitar 20-30 persen pada 2019.

"Tahun 2019, pertumbuhan bisnis kami targetkan antara 20-30 persen baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih," kata Direktur Keuangan PP Presisi Benny Pidakso dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Baca juga: Berapa Gaji Karyawan di Sektor Konstruksi, Manufaktur, dan Energi di Indonesia tahun 2018?

Benny menjelaskan, segmen pekerjaan infrastruktur berkontribusi hampir 60 persen terhadap total pendapatan perseroan. Proyek-proyek infrastruktur yang sedang dikerjakan PPRE antara lain proyek jalan tol Pandaan-Malang, proyek jalan tol Manado-Bitung dan jalan tol di Dumai.

Pada 2019, anak usaha PT PP Tbk (PTPP) tersebut membidik perolehan kontrak baru sekitar Rp 5 triliun hingga Rp 6 triliun. Adapun sepanjang tahun 2018, tutur Benny, PPRE membukukan kontrak baru sekitar Rp 5 triliun. 

Untuk mencapai target kontrak baru tersebut, perseroan telah menyiapkan tiga strategi bisnis. Pertama, PPRE akan mengikuti secara langsung proses tender yang dilakukan baik oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun pemerintah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Infrastruktur Dibangun Besar-Besaran, Kapan Dampaknya Terlihat?

PPRE hanya akan mengikuti tender langsung untuk proyek-proyek bernilai di bawah Rp 200 miliar. Untuk tender proyek dengan nilai di atas Rp 200 miliar akan diikuti oleh PTPP.

"Itu sudah kami lakukan di Angkasa Pura dan Pelindo II untuk proyek runway Bandara Minangkabau di Padang. Kami juga dapat proyek pengerjaan jalan di Jawa Timur untuk Kementrian PUPR," jelasnya.

Strategi kedua adalah mengoptimalkan pasar yang ada di PT PP. Adapun strategi ketiga adalah dengan rencana pengembangan bisnis PPRE.

Baca juga: Pembangunan Infrastruktur Dongkrak Perkembangan Industri Properti

Perseroan mendorong entitas anak, PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA), untuk menggarap bisnis pertambangan. LMA diarahkan menangani pekerjaan jasa di sektor pertambangan dengan menyasar pangsa pasar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Selain itu, PPRE akan mengakuisisi perusahaan di bidang soil improvement dan pondasi yang diharapkan dapat rampung pada semester I 2019.

Dengan aksi korporasi itu, PPRE mengincar pekerjaan-pekerjaan geotech yang banyak dibutuhkan pada pembangunan bandara, pelabuhan dan pembangunan di atas lahan labil yang selama ini banyak dikerjakan perusahaan asing.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.