Ini Rahasia Menjalankan Bisnis Jastip

Kompas.com - 06/03/2019, 20:11 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKPHOTOS Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bisnis layanan jasa penitipan ( jastip) merupakan sebuah peluang usaha baru yang hanya bermodalkan teknologi. Dengan hanya memegang smartphone dan mengandalkan hasil foto, Anda bisa meraup pundi-pundi uang.

Salah satu pelaku bisnis jastip, Eka Chandra Septarini mengakui bisnis ini bisa dilakukan siapa saja. Tiap orang yang mempunyai kemauan pasti bisa menjalani bisnis ini.

“Sejauh ini siapapun bisa melakukan bisnis jastip ini,” ujar Eka kepada Kompas.com, Rabu (6/3/2019).

Eka pun memberi tips bagi siapapun yang mau menggeluti bisnis ini. Menurut dia, dalam menjalani bisnis ini membutuhkan sebuah kesabaran.

Baca juga: Mengintip Peluang Mendulang Uang dari Bisnis Jastip

“Kadang ada customer yang suka berubah-ubah maunya, sebentar mau barang A, tapi tiba-tiba nanti berubah lagi,” kata Eka.

Selain kesabaran, Eka menyarankan agar pembayaran biaya pembelian barang dan jasa titipnya dibayarkan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan konsumen tidak membayar.

“Enggak semua bisa aku talangi pakai dana pribadi dan juga untuk mengurangi risiko hit and run,” ucap dia.

Selama satu tahun ini, Eka mengaku tak mengalami kendala yang berarti dalam menjalani bisnis ini. Pasalnya, dia hanya melayani penitipan pembelian barang hanya di tempat-tempat yang memang ingin dikunjungi.

“Tantangannya paling berat cuma angkat koper aja sih, karena kan barang bawaan kita jadi lebih banyak dengan buka bisnis jastip,” kata dia.

Sementara itu, pelaku bisnis jastip lainnya, Dian Fath menyarankan bagi siapapun yang ingin mencoba bisnis ini tak terlalu muluk-muluk memikirkan keuntungan yang besar.

Menurut dia, membangun kepercayaan merupakan hal yang penting dalam bisnis ini.

“Yang paling penting bikin kepercayaan dulu bahwa jastip kita emang amanah dan enggak tipu-tipu. Kalau bisa jaga amanah dan kepercayaan, keuntungan kalau kita tekun pasti dapat banyak,” ujar Dian.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X