Gandeng KALOG, Lion Parcel Pangkas Biaya Operasional Hingga 400 Persen

Kompas.com - 08/03/2019, 13:58 WIB
Direktur Utama Lion Parcel Farian Kirana KOMPAS.com/AMBARANIE NADIADirektur Utama Lion Parcel Farian Kirana

JAKARTA, KOMPAS.com - Kerja sama yang dijalin Luon Parcel dengan Kereta Api Logistik tak hanya menghemat waktu dan biaya dari konsumen, tapi juga memangkas biaya operasional.

Direktur Utama Lion Parcel Farian Kirana mengatakan, selama ini ada biaya ekstra yang harus mereka bayarkan, seperti gudang penyimpanan barang dan ongkos pengiriman logistik lewat udara.

Dengan adanya alternatif pengiriman lewat darat dengan kereta api, maka biaya untuk operasional bisa berkurang.

"Kalau efisiensinya mungkin bisa mencapai 400 persen atau lebih karena kalau pakai udara itu ada beberapa cost lagi," ujar Farian di kantor Lion Parcel, Kedoya, Jakarta Barat, Jumat (8/3/2019).

Selain itu ada biaya untuk pemeriksaan keamanan seperti screening dan X-ray yang bisa dihemat dengan pengiriman lewat darat. Belum lagi biaya surat muatan udara yang terus naik sejak akhir tahun lalu.

Sebagai perbandingan, untuk pengiriman barang dari Jakarta ke Surabaya biayanya Rp 5.000 perkilogram. Jika ditambah dengan biaya penyimpanan di gudang sekitar Rp 3.000 kilogram, biayanya bisa mencapai Rp 8.000 perkilogram.

Dengan KALOG, bisa menghemat biaya lebih dari separuhnya.

"Kalau pakai kereta api logistik itu biaya cuman Rp 2.000 perkilogram. Jadi seperempatnya harga untuk pengiriman kota ke kota," kata Farian.

Selain itu, tak semua kota tujuan memiliki bandara. Pengiriman melalui udara pun jadi memakan waktu karena harus dingkut lagi lewat darat ke daerah tujuan. Namun, stasiun kereta api terdapat hampir di setiap kota sehingga pengiriman barang jauh lebih cepat dan langsung ke kota tujuan. Setelahnya barang diangkut lewat darat dengan angkutan logistik mitra Lion Parcel.

"Kita lihat beberapa kota itu kalau di pesawat itu preparationnya banyak, jadi untuk dilakukan kiriman itu bisa harus 5 jam sebelum penerbangan itu. Setelah mendarat pun ada waktu lagi 2 jam sesudahnya," kata Farian.

Sebelum adanya kerja sama dengan KALOG, penyaluran logistik melalui Lion Parcel 90 persen lewat udara, dan 10 persen lewat darat. Setelah kerja sama ini, diharapkan pengiriman lewat darat menjadi 40 persen dan 60 persennya masih lewat udara.

Farian mengatakan, jika tarif kargo terus naik akibat SMU semakin tinggi, maka potensi peralihan itu semakin besar.

"Ini berpotensi naik dan itu akan terus kita tambahin dilihat dari kondisi market. Apabila SMU naik lagi pasti kita makin lari ke kereta api," kata Farian.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X