Kurangi Tukang Ngebut di Jalan Tol, Menhub Berencana Terapkan E-Tilang

Kompas.com - 08/03/2019, 18:47 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan)  dan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo (kiri)  meresmikan terminal baru Bandara Internasional Radin Inten II dan Bandara Lubuk Linggau di Bandara Radin Inten, Lampung Selatan, Lampung, Jumat (8/3/2019). Presiden  meresmikan terminal baru Bandara Radin Inten II dengan terget penumpang mencapai tiga juta orang serta  Bandara Silampari Lubuk Linggau,Sumatera Selatan dengan kapasitas 300 ribu penumpang pertahun.ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) dan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo (kiri) meresmikan terminal baru Bandara Internasional Radin Inten II dan Bandara Lubuk Linggau di Bandara Radin Inten, Lampung Selatan, Lampung, Jumat (8/3/2019). Presiden meresmikan terminal baru Bandara Radin Inten II dengan terget penumpang mencapai tiga juta orang serta Bandara Silampari Lubuk Linggau,Sumatera Selatan dengan kapasitas 300 ribu penumpang pertahun.

LAMPUNG, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pada musim mudik Lebaran 2019 ini permasalahan yang akan dihadapi bukan lagi soal kemacetan. Sebab, dia menilai dengan adanya Tol Trans Jawa kemacetan saat musim mudik bisa teratasi.

Menurut dia, ancaman nyata pada musim mudik Lebaran kali ini adalah masalah keselamatan.

"Selama ini isunya kemacetan, nanti isunya keselamatan. Kami siapkan batas kecepatan, mekanisme kontrol kecepatan, memikirkan sanksi melampaui batas kecepatan karena kita harus melakukan itu," ujar Budi Kamis (7/3/2019).

Budi mengaku saat ini pihaknya tengah menyiapkan pengawasan terhadap kendaraan melanggar batas kecepatan maksimal.

Baca juga: YLKI: Tol Trans Jawa Sepi karena Tarifnya Mahal!

"Sebelum mudik Lebaran kita sudah law enforcement mereka yang ngebut harus ada sanksi," kata Budi.

Dia pun membuka kemungkinan untuk menerapkan tilang elektronik atau e-tilang di ruas tol. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kendaraan yang memacu kendaraannya di atas batas normal.

"(Penerapan tilang elektronik) bisa mungkin, karena kemarin ada kecelakaan karena (masalah) kecepatan. Kami akan mulai penegakan hukum," ucap dia.

Berdasarkan Pasal 3 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 111 Tahun 2015 tentang Tata Cara Batas Kecepatan, kecepatan kendaraan diatur paling rendah 60 kilometer per jam dalam kondisi arus bebas. Sementara itu, kecepatan paling tinggi ialah 100 kilometer per jam untuk jalan bebas hambatan.




Close Ads X