Mimpi INKA ke Kosta Rika

Kompas.com - 08/03/2019, 19:47 WIB
Inilah ruangan satu dari empat kereta sleeper seat buatan PT INKA pesanan PT KAI yang akan dioperasionalkan untuk pemudik lebaran 2018. Empat kereta sleeper seat itu dikirim Jumat (8/6/2018) sore. KOMPAS.com/Muhlis Al AlawiInilah ruangan satu dari empat kereta sleeper seat buatan PT INKA pesanan PT KAI yang akan dioperasionalkan untuk pemudik lebaran 2018. Empat kereta sleeper seat itu dikirim Jumat (8/6/2018) sore.

Belum tentu, karena kereta punya usia teknis dan ekonomis yang tinggi, walau di Jepang 15 tahun harus ganti, tetapi di Indonesia bisa 30 tahun.

Direktur Utama PT Industri Kereta Api, Budi Noviantoro berpandangan jauh. PT INKA harus mulai dengan bisnis yang tidak putus, bekerja sama mengoperasikan kereta api di mancanegara, khususnya kereta angkutan barang yang menjanjikan laba.

Peluang terbuka, ketika PNR (Philippinnes National Railways) membeli kereta rel disel (KRD) ke INKA belum lama ini. Setelah mendapat pesanan, tim PT INKA datang melihat jalur kereta api PNR di Filipina, yang ternyata tidak terlalu bagus.

Budi Noviantoro yang akrab disapa Novi, membuat beberapa tawaran bantuan. Antara lain perbaikan track termasuk mengganti bantalan, rel, penambat rel dan persinyalan.

Baca juga: Cerita Bos INKA Tembus Pasar Asia Selatan dan Bersaing dengan China

Novi mengajak LEN (Lembaga Elektronika Nasional) untuk persinyalan dan Waskita Karya antara lain untuk bantalan rel. Sementara penambat rel, Novi menawarkan ciptaannya sendiri, KA-klip, yang sudah terbukti lebih dari 20 tahun digunakan di jalur PT KAI tanpa masalah.

Sebagai catatan, KA-klip ciptaannya yang diproduksi oleh PT Pindad Bandung ini sudah dipatenkan dan semestinya ia mendapat royalti. Namun Novi tidak pernah meminta royaltinya dan menyerahkannya ke PT KAI


Menuju Kosta Rika

KA-klip jauh lebih murah dibanding penambat Pandrol yang dijual ke PNR 100 dollar AS sebuah. Padahal setiap waktu ada saja pandrol yang dicuri orang untuk dikilo, karena mudah dilepas. Sementara KA-klip mudah dipasang tetapi sulit dilepas kecuali oleh ahlinya.

Mengganti jalur KRD, Novi juga sekaligus menawarkan kerja sama, membangun jalur ke pelabuhan yang hanya beberapa kilometer menyimpang dari jalur KRD yang menghubungkan ke daerah industri.

Tawaran ini juga diterima karena selama ini hasil industri dibawa ke pelabuhan lewat jalan protokol yang hanya boleh dilewati truk dan kontener pada jam-jam tertentu malam hari.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung duduk di kereta LRT buatan PT INKA  yang akan digunakan membawa atlet Asean Games di Palembang, Selasa ( 29/5/2018) sore.KOMPAS.com/Muhlis Al Alawi Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung duduk di kereta LRT buatan PT INKA yang akan digunakan membawa atlet Asean Games di Palembang, Selasa ( 29/5/2018) sore.
Manajemen PNR setuju membentuk JVC (joint venture company – perusahaan patungan) antara anak perusahaan PNR dan anak perusahaan PT INKA untuk angkutan barang. Untuk meyakinkan pemerintahnya sebelum JVC ditandatangani Maret, serombongan anggota DPR Filipina pun sudah mendatangi PT INKA.

Menurut Novi, berbekal kesepakatan JVC itu ia akan datang ke bank dan minta pinjaman, yang, katanya, dalam waktu empat tahun sudah akan lunas. Pola-pola ini, katanya akan mulai dilakukan PT INKA untuk sekaligus melebarkan sayap ke mancanegara.

Baca juga: PT INKA Bangun Pabrik di Banyuwangi, Buka Lowongan 5.000 Tenaga Kerja

Termasuk ke Kosta Rika, tetangga Republik Panama pemilik kanal sodetan antara dua samudera, Atlantik dan Pasifik. Novi melihat, terusan Panama sudah terlalu padat.

Novi akan menawarkan kerja sama dengan pemerintah Kosta Rika, membangun jalur kereta barang antarduapantai samudera tadi, mengangkut barang yang selama ini lewat terusan Panama.

Semua akan dikerjakan INKA dan mitra-mitranya, biayanya akan dicarikan pinjaman bank. Tambang emas baru bagi PT Inka.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X