Garuda Indonesia "Kandangkan" Sementara Pesawat Boeing 737 Max 8

Kompas.com - 11/03/2019, 19:53 WIB
Pesawat Boeing 737 MAX 8 telah dioperasionalkan oleh Garuda Indonesia, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (7/1/2018). ARSIP GARUDA INDONESIA Pesawat Boeing 737 MAX 8 telah dioperasionalkan oleh Garuda Indonesia, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (7/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Maskapai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memutuskan tak mengoperasikan sementara pesawat Boeing 737 Max 8 miliknya. Saat ini Garuda Indonesia hanya memiliki satu unit pesawat jenis tersebut.

"Garuda Indonesia melakukan grounded atas pesawat B 737 Max sejak sore ini (11/3/2019) sampai pemberitahuan lebih lanjut," ujar Vice President Corporate Secretary Ikhsan Rosan dalam keterangan tertulisnya, Senin.

Baca juga: Ini Dua Maskapai Nasional yang Memiliki Pesawat Boeing 737 Max 8

Ikhsan menambahkan, langkah ini diambil sesuai dengan Surat Edaran yang dikeluarkan sore ini oleh Kementerian Perhubungan terkait pelarangan terbang sementara seluruh pesawat Boeing 737 Max 8 yang dimiliki maskapai nasional.

Dia mengaku Garuda Indonesia terus melaksanakan prosedur inspeksi extra serta pemeriksaan berkala lanjutan terhadap fitur-fitur vital penunjang kelaikan armada. Hasil inspeksi menunjukan tak ada masalah dari pesawat Boeing 737 Max 8 yang dioperasikan maakapai pelat merah itu.

"Demikian juga Trainning Terhadap Pilot yang secara rutin berkala melaksanakan Proficiency Check di Simulator B 737 Max," kata Ikhsan.

Baca juga: Pemerintah RI Larang Sementara Maskapai Terbangkan Boeing 737- 8 Max

Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan nasional terus berupaya mengedepankan komitmen dan budaya safety dalam seluruh lini operasionalnya.

Sebelumnya, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melarang terbang sementara pesawat terbang Boeing 737-8 MAX di Indonesia. Langkah diambil terkait jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines berjenis Boeing 737-8 MAX.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti mengatakan, langkah tersebut diambil untuk menjamin keselamatan penerbangan di Indonesia.




Close Ads X