Gandeng Pihak Swasta, Kemendag Perkuat Akses UKM di Pasar Global

Kompas.com - 11/03/2019, 20:53 WIB
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan saat diwawancarai di Jakarta, Selasa (7/8/2018). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMADirektur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan saat diwawancarai di Jakarta, Selasa (7/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan menggandeng pihak swasta membangun ekosistem akselerasi ekspor melalui penguatan akses pasar usaha kecil menengah (UKM) berorientasi ekspor. Hal ini dinyatakan Menteri Perdagangan, Senin (11/3/2019).

Langkah bersama pihak swasta tersebut diimplementasikan melalui Percepatan Transaksi Pemasaran Global Melalui Media Nonkonvensional.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan mengungkapkan, UKM dapat menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia di masa depan dengan menguatnya pasar UKM Indonesia di dalam negeri maupun di kancah global.

“Banyak produk yang dihasilkan UKM memiliki kualitas dan desain yang prima. Namun, tantangan yang dihadapi di era perdagangan terbuka dan berbasis daring saat ini adalah bagaimana mencari pasar ekspor atau pembeli di pasar global. Menjawab permintaan, menjaga kesinambungan suplai barang, dan melakukan pengiriman yang cepat sampai ke tujuan," kata Oke Nurwan, Senin (11/3/2019)

"Diharapkan, pihak swasta dapat mendampingi pelaku UKM secara langsung untuk menjawab berbagai tantangan tersebut,” lanjut Oke.

Para pihak swasta tersebut antara lain adalah PT Anugerah Tangkas Transportindo (ATT Group) yang bergerak di ranah logistik global dan MINPlus yang merupakan perusahaan perintis anak negeri di bidang aplikasi ramah guna memudahkan UKM dalam proses ekspor.

Ada pula unicorn-unicorn berskala nasional dan global lain, seperti Alibaba.com, serta lembaga keuangan seperti perbankan Indonesia dan LPEI.

Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Kemendag, Olvy Andrianita, menambahkan, kunci utama mendorong UKM untuk meningkatkan akses pasar di era perdagangan daring saat ini adalah efektivitas komunikasi dan menyampaikan pesan produk barang dan jasa yang akan dijual, kecepatan dan ketepatan waktu dalam proses pengiriman, serta tersedianya asuransi perdagangan.

Untuk itu, kerja sama penguatan UKM akan berfokus pada empat pilar program percepatan transaksi pemasaran global melalui media non-konvensional.

Empat pilar itu antara lain pendampingan pengenalan pasar global, pendampingan operasional pemasaran digital untuk mempercepat terjadinya transaksi dalam platform niaga, pendampingan menggunakan aplikasi MINPlus dalam menjalankan proses ekspor, dan pembaruan informasi regulasi ekspor.

“Diharapkan, program ini dapat meningkatkan ekspor UKM ke pasar tradisional maupun non-tradisional dengan lebih kondusif. Penguatan UKM Indonesia juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk UKM di pasar global,” kata Olvy.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X