Efek Domino dari Rentetan Kecelakaan Pesawat Boeing 737 Max-8

Kompas.com - 12/03/2019, 12:31 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru serta populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEARPesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru serta populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

Imbas kecelakaan Ethiopian Airlines itu berdampak buruk bagi produsen 737 Max 8 itu. Saham pabrikan pesawat Boeing Co menukik tajam pada perdagangan Senin (11/3/2019) waktu setempat hingga menembus 12 persen.

Dikutip dari Reuters, penurunan saham ini dipandang menjadi yang terburuk bagi Boeing dalam hampir dua dekade terakhir. Padahal, pada pekan lalu, saham Boeing mencatat rekor tertinggi hingga mencapai level 446 dollar AS.

Diperkirakan, anjloknya samah Boeing Co ini karena beberapa maskapai yang memutuskan untuk sementara tidak mengoperasikan pesawat Boeing 737 Max 8 pascajatuhnya pesawat Ethiopian Airlines berjenis tersebut.

Baca juga: Lion Air Tak Operasikan 10 Pesawat Boeing 737 Max 8 untuk Sementara Waktu

Selain Pemerintah Indonesia, larangan menerbangkan pesawat penumpang itu juga dikeluarkan oleh pemerintah China.

“Salah satu langkah yang akan dilakukan oleh Ditjen Hubud adalah melakukan inspeksi dengan cara larang terbang sementara (temporary grounded), untuk memastikan kondisi pesawat jenis tersebut laik terbang (airworthy) dan langkah tersebut telah disetujui oleh Menteri Perhubungan,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Polana B Pramesti dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/3/2019).

Sementara Ethiopian Airlines juga mengambil langkah serupa meski tidak ada anjuran ataupun larangan dari pemerintah Addis Ababa.

Namun, sejumlah negara masih mengizinkan pengoperasian Boeing 737 MAX 8 yang dimiliki maskapai mereka sembari memantau perkembangan yang ada.

Dilansir AFP, negara-negara tersebut antara lain:

1. Rusia
Maskapai penerbangan domestik terbesar Rusia, S7 Airlines, memilih tetap mengoperasikan pesawat Boeing 737 MAX 8 mereka sambil menunggu adanya instruksi yang melarang penggunaanya dari pihak produsen pesawat, sementara tetap mengikuti perkembangan penyelidikan.

2. Turki
CEO Turkish Airlines yang memiliki 11 Boeing 737 MAX 8 mengatakan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan produsen pesawat dan menegaskan bahwa keselamatan penumpang merupakan hal yang paling utama.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X