Otoritas Penerbangan AS Sebut Boeing 737 MAX Laik Terbang

Kompas.com - 12/03/2019, 13:35 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEARPesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

NEW YORK, KOMPAS.com — Otoritas penerbangan federal AS (FAA) memberikan pernyataan untuk meyakinkan maskapai-maskapai internasional terkait penggunaan pesawat Boeing 737 MAX. Ini menyusul jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan Ethiopian Airlines pada Minggu (10/3/2019).

FAA pun menyatakan bahwa pesawat Boeing 737 MAX masih laik terbang.

Peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kedua yang melibatkan pesawat Boeing 737 MAX 8 dalam lima bulan terakhir. Sebelumnya pada Oktober 2018, pesawat serupa yang dioperasikan Lion Air jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.

Baca juga: Efek Domino dari Rentetan Kecelakaan Pesawat Boeing 737 Max-8

Menyusul jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines, otoritas di China, Indonesia, dan Singapura melarang sementara penggunaan pesawat Boeing 737 MAX.

"Laporan-laporan eksternal menyebut adanya kemiripan antara insiden ini dan kecelakaan pesawat Lion Air JT610 pada 29 Oktober 2018. Namun, investigasi baru saja dimulai dan kami belum memperoleh data untuk menyimpulkan atau mengambil tindakan," kata FAA dalam pernyataannya seperti dikutip dari CNBC, Selasa (12/3/2019).
 
Pesawat Boeing 737 MAX adalah pendorong pendapatan Boeing. Pada tahun lalu, lini pesawat komersial menyumbang hampir 60 persen dari pendapatan Boeing yang mencapai lebih dari 100 miliar dollar AS.
 
 
FAA menyatakan bakal memberikan mandat untuk peningkatan rancangan terkait sistem otomasi pada pesawat Boeing per April 2019. Boeing pun, kata FAA, berencana memperbarui persyaratan pelatihan dan manual terkait perubahan itu.
 
Boeing pun mengonfirmasi rencananya terkait perubahan perangkat lunak kendali penerbangan (flight-control software) pada sistem MCAS pesawat. Perubahan ini, kata Boeing, dirancang untuk membuat pesawat yang sudah aman tersebut lebih aman lagi.
 
Pernyataan FAA itu berlaku untuk varian pesawat Boeing 737 MAX 8 dan Boeing 737 MAX 9. Menurut data FAA, 74 pesawat baru Boeing tersebut dioperasikan maskapai-maskapai AS dan 374 unit di seluruh dunia.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X