RI Bisa Larang Boeing 737 Max 8 Melintas Seperti Singapura

Kompas.com - 13/03/2019, 05:18 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru serta populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEARPesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru serta populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, Indonesia tak menutup kemungkian mengambil kebijakan layaknya Singapura terkait pesawat Boeing 737 Max 8.

Seperti diketahui Otoritas penerbangan Singapura (CAAS), memutuskan melarang semua varian Boeing 737 MAX melintasi wilayah udaranya menyusul tragedi yang menimpa Ethiopian Airlines.

"Ya kalau dia (Singapura) bisa melarang, kenapa kita enggak bisa?," ujarnya di Hotel Shangri-la, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Meski begitu, Luhut mengatakan hal itu kemungkian tidak akan dilakukan dalam waktu dekat lantaran saat ini pemerintah sedang melakukan evaluasi secara cermat terkait Boeing 737 Max 8.

Luhut mengatakan evaluasi pesawat tersebut harus cermat dan tidak boleh terburu-buru lantaran ini terkait menyangkut keamanan dan keselamatan penumpang pesawat.

Pemerintah kata dia terus melalukan komunikasi secara aktif dengan Boeing dan otoritas penerbangan federal AS (FAA).

"Ya nanti kita lihat, kan ada 11 pesawat yang akan dilakukan inspeksi. Kita liat nanti," ucap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau ternyata negara lain menemukan sesuatu saya kira kami enggak mau ambil risiko pesawat kita crash lagi gara-gara masalah design atau apa," sambung dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.