Pastikan Kondisi Keuangan Aman Sebelum Berinvestasi

Kompas.com - 13/03/2019, 11:35 WIB
Ilustrasi eskaylim / Thinkstock Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Berinvestasi memang penting. Ditambah lagi, saat ini banyak sekali kemudahan yang ditawarkan oleh fintech atau teknologi finansial untuk berinvestasi, baik itu melalui reksa dana, saham, ataupun emas secara online.

Namun, kerap kali, seseorang akan terlalu fokus untuk melakukan investasi dan melupakan kondisi keuangannya dalam keadaan aman.

"Sebelum ngomongin soal tujuan investasi, itu kita harus aman secara keuangan. Benerin dulu keuangan mulai dari paling bawah. Misal sudah investasi saham dan semacamnya, tapi teryata tidak punya dana darurat," ujar Founder dan CEO Finansialku Melvin Mumpuni.

Berikut ada beberapa hal yang harus dilakukan seseorang sebelum mulai berinvestasi:

Memperbaiki cashflow

Cashflow atau aliran dana yang baik adalah ketika pemasukan seseorang lebih besar dari pengeluaran. Akan tetapi, tak bisa dipungkiri banyak pihak yang pendapatan bulanannya tidak bisa menutupi pengeluarannya dalam satu bulan. Mereka pun kemudian melakukan kredit dengan kredit-kredit yang sifatnya konsumtif.

Menurut Melvin, casfhlow yang berantakan akan menjadi efek domino yang bisa memberikan dampak buruk ke masalah keuangan lainnya.

Dana Darurat

Dana darurat merupakan instrumen keuangan penting yang harus disiapkan seseorang begitu dirinya mendapatkan pekerjaan. Melvin mengatakan, porsi dana darurat adalah enam hingga 12 kali besaran pengeluaran seseorang dalam satu bulan.

Dana darurat ini berfungsi sebagai sumber dana seseorang ketika terjadi masalah yang tiba-tiba memengaruhi pendapatan yang rutin dia dapatkan setiap bulan.

"Kondisi darurat orang nggak ada yang tau, jangan sampai kondisi darurat ini merusak cashflow," ujar Melvin.

Melvin mengimbau agar dana darurat disimpan di instrumen-instrumen yang mudah untuk diuangkan dan didiservifikasi ke empat instrumen keuangan, yaitu reksa dana pasar uang, rekening tabungan, deposito, dan emas.

Dengan sudah memiliki dana darurat, ketika seseorang dalam keadaan benar-benar terhimpit, dia jadi terhindari dari utang yang merusak cashflow.

Asuransi Risiko

Melakukan manajemen risiko dengan mengasuransikan hal-hal yang bersifat mendasar, seperti asuransi jiwa dan asuransi kesehatan menjadi hal penting lain yang harus disiapkan seseorang sebelum berpikir soal investasi. Dan lagi, melakukan asuransi merupakan salah satu cara untuk menjaga cashflow agar tetap sehat.

"Manajemen risiko asuransi ini penting, belilah untuk penyakit-penyakit yang bisa membuat bangkrut," ujar Melvin.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X