Citra Negatif "Outsourcing" Kerap Bikin Orang Minder dan Pilih Menganggur

Kompas.com - 13/03/2019, 17:36 WIB
Buruh melakukan unjuk rasa di seputar bundaran Bank Indonesia, Jakarta, memperingati Hari Buruh Sedunia, Senin (1/5/2017). Aksi buruh serentak dilakukan di seluruh wilayah di Indonesia menuntut agar pemerintah menghapuskan sistem outsourcing, magang dan upah layak. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOBuruh melakukan unjuk rasa di seputar bundaran Bank Indonesia, Jakarta, memperingati Hari Buruh Sedunia, Senin (1/5/2017). Aksi buruh serentak dilakukan di seluruh wilayah di Indonesia menuntut agar pemerintah menghapuskan sistem outsourcing, magang dan upah layak.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sistem pekerjaan alih daya atau outsourcing di Indonesia belum lepas dari citra negatif. Padahal, sebenarnya outsourcing membuka peluang masyarakat untuk bisa mendapatkan pekerjaan di suatu perusahaan.

Executive Vice President Center of Digital PT Bank Central Asia Tbk Wani Sabu yang pengalaman merekrut pekerja dari perusahaan outsourcing mengungkapan, citra negatif itu bahkan membuat sebagian orang resah.

"Gara-gara (citra) outsorching kami kesulitaan mencari karyawan alih daya ini," ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Baca juga: Pemberian THR oleh Perusahaan Outsourcing, Sudahkah Sesuai Aturan?

"Karena sebagian generasi milenial (punya pandangan) lebih baik nganggur daripada jadi pekerja outsourcing," sambung dia.

BCA, kata, Wani tidak menggunakan istilah outsourcing, namun memilih istilah pegawai mitra untuk karyawan outsourcing yang bekerja di BCA lantaran citra negatif tersebut.

Namun demikian, Wani mengungkapkan outsourcing tetap membuat sebagian orang menjadi minder setelah beberapa tahun bekerja.

Baca juga: Perusahaan Outsourcing Nakal Potong Gaji Tenaga Kerja

Sebab, ada anggapan perusahaan pasti memutus hubungan kerja setelah kontrak berakhir. Padahal, sebut Wani, tidak semua perusahaan seperti itu.

BCA membuka peluang karyawan outsourcing menjadi karyawan tetap apabila memiliki kinerja yang baik.

Oleh karena itu, pihaknya selalu memberikan motivasi kepada pegawai mitra di akhir masa kontrak.

Baca juga: Potensi Pasar Outsourcing Indonesia Capai Rp 17,5 Triliun

"Bukan sesuatu yang negatif, bagi adik-adik jangan minder masuk di outsourcing tidak seperti itu," kata dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X