Ini Alur Penangkapan Penyelundupan Lobster di Batam

Kompas.com - 13/03/2019, 18:14 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat konferensi pers penangkapan penyelundupan benih lobster, Rabu (13/3/2019) KOMPAS.com/Fika Nurul UlyaMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat konferensi pers penangkapan penyelundupan benih lobster, Rabu (13/3/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Benih lobster sebanyak 245.102 berhasil digagalkan oleh Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Satuan Tugas Gabungan Komando Armada I (Koarmada 1) di Perairan Pulau Sugi, Batam, Kepulauan Riau.

Tim F1QR Satgas Gabungan Koarmada I ini terdiri dari tim F1QR Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam, F1QR Detasemen Intel Koarmada I, Tim F1QR Gugus Keamanan Laut Koarmada I, dan tim F1QR Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV.

Penggagalan penyelundupan ini bermula dari informasi yang diperoleh tim 2 dengan speed boat Hanoman dari tim 1 yang bertugas di lapangan. Disebutkan, ada sebuah speed boat melintas masuk dari wilayah Batam menuju Singapura dengan kecepatan tinggi.

Setelah memperoleh informasi tersebut, tim 2 segera melaksanakan persiapan dan memantau SB yang akan melintas di area lokasi yang direncanakan.

Baca juga: Pemerintah Gagalkan Penyelundupan 245.102 Benih Lobster

Sesuai perkiraan, ketika speed boat asing melintas, tim 2 melakukan pengejaran dari perairan Pulau Sugi, Moro, Kabupaten Karimun hingga Teluk Bakau, Gunung Kijang, Kabupaten Bintan.

"Pada pukul 07.00 WIB ada pergerakan kapal yang sangat mencurigan dan terindikasi oleh kita. Kita kejar jam 07.15 WIB hingga 07.35 WIB dan pada akhirnya berhasil kami tangkap," ujar Komando Armada I Davit Santoso, Rabu (13/3/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan informasi yang dilaporkan, saat pengejaran terlihat 2 speed boat lain dengan laju kecepatan tinggi. Tim 2 memutuskan mengejar satu speed boat bermesin 3 × 200 PK yang terpantau membawa barang bukti berupa coolbox styrofoam berwarna putih.

Kalah cepat dan merasa terkepung, speed boat tanpa nama tersebut menabrakkan diri ke daratan di area Teluk Bakau hingga kandas. Akhirnya, speed boat tanpa nama tersebut beserta barang bukti berhasil diamankan.

"Ada 2 buah speed boat saat itu, tapi yang terindikasi hanya satu. Ini bisa kita tangkap speed boat-nya, tapi orangnya kabur. Kita kejar lanjut dengan tim lanjutan tapi tetap belum ditemukan dan masih dalam pencarian kita," ucap Davit.

Dari hasil pemeriksaan, benih lobster dimasukkan ke dalam 44 coolbox styrofoam dan dikemas dalam 1.320 kantong plastik. 41 coolbox berisi 235.438 ekor benih lobster jenis pasir, dan 3 lainnya berisi 9.664 ekor benih lobster jenis mutiara.

Total nilai lobster yang berhasil diselamatkan mencapai Rp 37,2 miliar. Benih lobster tersebut diyakini berasal dari Lampung, Bengkulu, dan pintu pengeluaran dari pelabuhan tangkahan Jambi.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Pajak Sembako, BKF: Selama Ini Kami Cenderung Tak Ingin Bebani Rakyat...

Soal Pajak Sembako, BKF: Selama Ini Kami Cenderung Tak Ingin Bebani Rakyat...

Whats New
Erick Thohir: Tak Sampai 50 Persen BUMN yang Siap Kompetisi dengan Swasta dan Asing

Erick Thohir: Tak Sampai 50 Persen BUMN yang Siap Kompetisi dengan Swasta dan Asing

Whats New
PNM Jadi Lembaga Penyalur Pembiayaan Usaha Mikro Terbesar di Dunia

PNM Jadi Lembaga Penyalur Pembiayaan Usaha Mikro Terbesar di Dunia

Rilis
Pemerintah Larang ASN ke Luar Daerah pada Hari Libur Nasional

Pemerintah Larang ASN ke Luar Daerah pada Hari Libur Nasional

Whats New
8 Perusahaan Bakal IPO Bulan Depan, Satu Diantaranya E-commerce

8 Perusahaan Bakal IPO Bulan Depan, Satu Diantaranya E-commerce

Whats New
Peringati Hari Krida Pertanian Ke-49, Mentan SYL: Petani Itu Keren, Bertani Itu Hebat

Peringati Hari Krida Pertanian Ke-49, Mentan SYL: Petani Itu Keren, Bertani Itu Hebat

Rilis
Kemenkes dan Badan POM Ajak Masyarakat Konsumsi Obat Herbal Lokal

Kemenkes dan Badan POM Ajak Masyarakat Konsumsi Obat Herbal Lokal

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Siap-siap Fresh Graduate Hadapi Dunia Kerja

[KURASI KOMPASIANA] Siap-siap Fresh Graduate Hadapi Dunia Kerja

Rilis
BI Beberkan Strategi Pengembangan Pasar Uang Hingga 2025

BI Beberkan Strategi Pengembangan Pasar Uang Hingga 2025

Whats New
India Batalkan Bea Masuk Anti-Dumping Produk Benang Sintetis RI

India Batalkan Bea Masuk Anti-Dumping Produk Benang Sintetis RI

Rilis
Kasus Covid-19 Melonjak, Kalbe Farma Catat Jumlah Sampel Tes Naik 4 Kali Lipat

Kasus Covid-19 Melonjak, Kalbe Farma Catat Jumlah Sampel Tes Naik 4 Kali Lipat

Whats New
Atasi Kesenjangan Pendidikan dengan Dunia Kerja, Polteknaker Diminta Lakukan “Link and Match”

Atasi Kesenjangan Pendidikan dengan Dunia Kerja, Polteknaker Diminta Lakukan “Link and Match”

Rilis
Sudah Sampai Mana Proses Pembuatan Mata Uang Digital? Ini Kata BI

Sudah Sampai Mana Proses Pembuatan Mata Uang Digital? Ini Kata BI

Whats New
Karyawan Baru Belum Punya NPWP Harus Bagaimana?

Karyawan Baru Belum Punya NPWP Harus Bagaimana?

Whats New
Kenaikan Harga Batu Bara Diproyeksi Tidak Akan Bertahan Lama

Kenaikan Harga Batu Bara Diproyeksi Tidak Akan Bertahan Lama

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X