Susi: Vietnam Tidak Punya Lobster, Mestinya Penjualannya Nol...

Kompas.com - 13/03/2019, 23:04 WIB
Menteri Susi Pudjiastuti pada saat memberi pengarahan dan sambutan dalam kunjungan kerja di Trenggalek, bertempat di kawasan pelabuhan ikan nusantara Prigi (05/02/2019) Kompas.com/SLAMET WIDODOMenteri Susi Pudjiastuti pada saat memberi pengarahan dan sambutan dalam kunjungan kerja di Trenggalek, bertempat di kawasan pelabuhan ikan nusantara Prigi (05/02/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan dikomandoi Susi Pudjiastuti terus memerangi berbagai kegiatan ilegal di sektor perikanan yang merugikan Indonesia. Salah satunya adalah membasmi penyelundupan benih lobster Indonesia ke luar negeri.

Dampak keberhasilan perang Susi terhadap para penyelundup benih lobster pun menampakkan hasil. Ekspor lobster Indonesia melonjak sebesar 450 persen pada 2018.

Adapun dampak ke luar juga terlihat ke negara-negara tujuan penyelundupan, antara lain Vietnam.

Ekspor lobster Vietnam yang pada 2012 mencapai 18 juta dollar AS kini merosot tajam hingga tinggal 6.654 dollar AS.

Baca juga: Ini Alur Penangkapan Penyelundupan Lobster di Batam

"Vietnam tidak punya lobster. Mestinya penjualan lobster Vietnam nol. Angka 6.654 dollar AS itu baru yang terdata, belum lagi yang dimakan di dalam negeri mereka," ucap Susi di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Untuk meningkatkan ekspor, ketersediaan lobster, dan ekonomi Indonesia, Susi menerbitkan Peraturan Menteri No 56 Tahun 2016 tentang Penangkapan Lobster

Lobster di bawah ukuran 200 gram dan bertelur tidak boleh diperjualbelikan dan keluar dari wilayah Indonesia.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP Rina menyebut, dari 2015 hingga 2018 terdapat 235 kasus penyelundupan lobster dengan nilai Rp 949 miliar.

Adapun dari Januari hingga Maret 2019 terdapat 11 kasus yang rata-rata berkisar di daerah Nusa Tenggara Barat, Bali, dan pantai selatan Sumatera.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangani Banjir di Bandung, Ini yang Dilakukan Kementerian PUPR

Tangani Banjir di Bandung, Ini yang Dilakukan Kementerian PUPR

Rilis
Erick Thohir Dorong Generasi Muda Indonesia Buat Game Sendiri

Erick Thohir Dorong Generasi Muda Indonesia Buat Game Sendiri

Whats New
Hukum Permintaan: Pengertian, Bunyi, dan Faktor yang Memengaruhinya

Hukum Permintaan: Pengertian, Bunyi, dan Faktor yang Memengaruhinya

Whats New
BPKP Lakukan Audit Terkait Dugaan korupsi Garuda Indonesia

BPKP Lakukan Audit Terkait Dugaan korupsi Garuda Indonesia

Whats New
Trading Forex adalah “Ilmu Pasti” yang Tidak Pasti

Trading Forex adalah “Ilmu Pasti” yang Tidak Pasti

Earn Smart
Kaji Dampak ke PLN, Pemerintah Tahan Penerapan Aturan PLTS Atap

Kaji Dampak ke PLN, Pemerintah Tahan Penerapan Aturan PLTS Atap

Whats New
Masih Khawatir Investasi Emas Digital? Bappebti Pastikan Fisik Emasnya Ada

Masih Khawatir Investasi Emas Digital? Bappebti Pastikan Fisik Emasnya Ada

Whats New
Aplikasi Apotek Online GoApotik Raih Sertifikasi ISO 27001

Aplikasi Apotek Online GoApotik Raih Sertifikasi ISO 27001

Rilis
Kolaborasi dengan Startup, Erick Thohir Mau Hadirkan BUMN Day

Kolaborasi dengan Startup, Erick Thohir Mau Hadirkan BUMN Day

Whats New
Lalu Lintas Tol Padaleunyi Dialihkan Mulai 18-21 Januari, Imbas Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Lalu Lintas Tol Padaleunyi Dialihkan Mulai 18-21 Januari, Imbas Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Whats New
 Pesan Taxi Blue Bird Kini Bisa dari BCA Mobile Banking, Ada Diskon Hingga Rp 20.000

Pesan Taxi Blue Bird Kini Bisa dari BCA Mobile Banking, Ada Diskon Hingga Rp 20.000

Spend Smart
Cara Daftar Vaksin Booster di Aplikasi PeduliLindungi

Cara Daftar Vaksin Booster di Aplikasi PeduliLindungi

Whats New
Pengguna Aplikasi Mapan di Jawa-Bali Sudah 3 Juta Orang, Kini Sasar Sumatera dan Sulawesi

Pengguna Aplikasi Mapan di Jawa-Bali Sudah 3 Juta Orang, Kini Sasar Sumatera dan Sulawesi

Whats New
Rekomendasi Sandiaga Uno: Museum Pasifika Bali Jadi Venue Side Event G20

Rekomendasi Sandiaga Uno: Museum Pasifika Bali Jadi Venue Side Event G20

Whats New
Realisasi Investasi Hulu Migas 2021 Tak Capai Target, tapi Permintaan Minyak Diprediksi Naik

Realisasi Investasi Hulu Migas 2021 Tak Capai Target, tapi Permintaan Minyak Diprediksi Naik

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.