Soal Boeing 737 Max 8, Kemenhub Koordinasi dengan Otoritas AS dan Uni Eropa

Kompas.com - 14/03/2019, 15:19 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Semarang, Selasa (12/3/2019) KOMPAS.com/NAZAR NURDINMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Semarang, Selasa (12/3/2019)

PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) mengatakan terus memantau dan mengikuti perkembangan peristiwa kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8, milik Ethiopian Airlines.

Imbasnya, sejumlah maskapai operator pesawat tersebut dikenakan status grounded atau dilarang terbang oleh otoritas.

"Kita hari-hari ini sedang lakukan intensifikasi, termasuk kita kirim tim ke Addis Ababa, (Ethiopia)," kata Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, Kamis (14/3/2019).

Baca juga: Akankah Maskapai Nasional Stop Pemesanan Pesawat Boeing 737 Max?

Budi menjelaskan, berdasarkan perkembangan penelusuran yang dilakukan otoritas penerbangan AS Federal Aviation Administration (FAA), Uni Eropa dan otoritas terkait, diputuskan pesawat Boeing 737 MAX 8 tidak boleh dioperasikan. Begitu pula dengan maskapai di Indonesia.

"FAA dan Uni Eropa sudah menetapkan banned permanen. Jadi akan kami evaluasi hari ini kalau memang harus dilakukan," tuturnya.

Budi mengatakan, pihaknya telah melarang perusahaan penerbangan Tanah Air untuk tidak mengoperasikan pesawat jenis Boeing 737 Max 8 terbang untuk sementara waktu. Ini dilakukan untuk keselamatan penumpang.

Baca juga: Dua Maskapai Indonesia Total Pesan 272 Pesawat Boeing 737 Max

"Karena ini berprinsip mengutamakan keselamatan. Sehingga kita tidak berikan ruang bagi mereka (maskapai) berspekulasi. Kami juga akan koordinasi dengan FAA, Uni Eropa untuk membahas case-nya itu apa?" tuturnya.

"Karena case di Ethiopian beda dengan (kecelakaan Peswat Lion Air) yang terjadi di Karawang. Mereka baru 6 menit dan ketinggiannya belum 1.000 (kaki)," lanjutnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan perusahaan yang menggunakan pesawat Boeing 737 Max 8, yaitu Lion Air Group dan Garuda Indonesia. 

"Kita intens dengan Garuda dan Lion komunikasi dan mereka commit dengan apa yang kita putuskan. Karena ini menyangkut keselamatan. Dengan hari ini pelarangan akan lebih permanen, lebih dari satu minggu," jelas Budi.

Baca juga: Boeing 737 Max Dilarang Terbang, Lion Air dan Garuda Pastikan Operasional Tak Terganggu

Sebelumnya, maskapai Ethiopian Airlines Boeing 737 MAX 8 dengan nomor registrasi ET - AVJ tujuan Nairobi jatuh pada Minggu (10/3/2019). Peristiwa nahas ini menewaskan 149 penumpang dan 8 orang kru.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X