Masih Ada Kekurangan Pembiayaan UMKM hingga Rp 1.000 Triliun

Kompas.com - 14/03/2019, 17:02 WIB
Ketua Harian Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Kuseryansyah di Kantor AFTECH Jakarta, Kamis (22/11/2018) KOMPAS.com/Putri Syifa NurfadilahKetua Harian Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Kuseryansyah di Kantor AFTECH Jakarta, Kamis (22/11/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengungkapkan, kebutuhan kredit atau pembiayaan untuk sektor UMKM di Indonesia mencapai Rp 1.600 triliun setiap tahunnya. Namun, lembaga keuangan seperti bank sebagai salah satu platform penyaluran kredit hanya mampu menyalurkan Rp 600 triliun setiap tahun.

"Sehingga, ada kekurangan pembiayaan atau gap Rp 1.000 triliun," ujar Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah di Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Dia mengatakan, kesenjangan itulah yang ingin disasar oleh fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman online. Besarnya potensi UMKM yang tidak bisa didanai oleh perbankan lantaran profil risiko yang tidak memadai menjadi pangsa pasar tersendiri bagi penyedia jasa pinjaman online.

"Fintech mau menyasar kesana," kata Kuseryansyah.

Baca juga: Satgas Waspada Investasi Stop 215 Fintech dan Investasi Ilegal

Dia menilai, saat ini nilai penyaluran pembiayaan melalui fintech P2P lending masing terlampau kecil. Hingga akhir 2018 lalu, pembiayaan P2P lending secara akumulatif hanya mencapai Rp 22 triliun dan hingga akhir Januari lalu meningkat hingga Rp 25 triliun. Potensi fintech P2P lending untuk bisa mengembangkan bisnisnya masih sangat besar.

AFPI tahun ini menarget pertumbuhan penyaluran pendanaan melalui fintech P2P lending sebesar dua kali lipat dari capaian tahun lalu atau sekitar Rp 50 triliun.

Adapun untuk rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) fintech P2P lending berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun lalu sebesar 1,4 persen. Sementara untuk industri perbankan, rasio NPL sepanjang 2018 mencapai 2,37 persen secara gross dan nett 1,1 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keputusan Jokowi Cabut Larangan Ekspor CPO Dinilai Sudah Tepat

Keputusan Jokowi Cabut Larangan Ekspor CPO Dinilai Sudah Tepat

Whats New
Cek Daftar Pinjol Legal 2022 Terbaru, Jumlahnya Jadi 102

Cek Daftar Pinjol Legal 2022 Terbaru, Jumlahnya Jadi 102

Whats New
Tekan Harga Minyak Goreng Jadi Rp 14.000, Bulog Diminta Cadangkan Pasokan

Tekan Harga Minyak Goreng Jadi Rp 14.000, Bulog Diminta Cadangkan Pasokan

Whats New
Dilema Negara Hadapi Ketidakpastian Global, Kendalikan Inflasi atau Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi

Dilema Negara Hadapi Ketidakpastian Global, Kendalikan Inflasi atau Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi

Whats New
BPJT: MLFF Diterapkan Bertahap di Beberapa Ruas Tol Akhir 2022

BPJT: MLFF Diterapkan Bertahap di Beberapa Ruas Tol Akhir 2022

Whats New
Video Viral Denda Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Rp 30 Juta, Ini Solusi dan Syarat untuk Meringankan Peserta

Video Viral Denda Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Rp 30 Juta, Ini Solusi dan Syarat untuk Meringankan Peserta

Whats New
Sektor Teknologi Masih Tertekan, Bagaimana Prospek Saham GOTO dan BUKA?

Sektor Teknologi Masih Tertekan, Bagaimana Prospek Saham GOTO dan BUKA?

Earn Smart
Alasan Ekspor Minyak Goreng Dicabut: Harganya Sudah Turun Jadi Rp 17.200

Alasan Ekspor Minyak Goreng Dicabut: Harganya Sudah Turun Jadi Rp 17.200

Whats New
Rupiah dan IHSG Menguat pada Penutupan Sesi I Perdagangan

Rupiah dan IHSG Menguat pada Penutupan Sesi I Perdagangan

Whats New
Lanjutkan Skema Pembayaran Prioritas, Nasabah Wanaartha Life Belum Puas

Lanjutkan Skema Pembayaran Prioritas, Nasabah Wanaartha Life Belum Puas

Whats New
Sri Mulyani Sebut RI Waspada Potensi Stagflasi, Apa Dampaknya ke Ekonomi?

Sri Mulyani Sebut RI Waspada Potensi Stagflasi, Apa Dampaknya ke Ekonomi?

Whats New
Dukung Net Zero Emission, PT SMI Gunakan Mobil Listrik

Dukung Net Zero Emission, PT SMI Gunakan Mobil Listrik

Rilis
Pemerintah Sebaiknya Pastikan Waktu Pembayaran Kompensasi ke Pertamina

Pemerintah Sebaiknya Pastikan Waktu Pembayaran Kompensasi ke Pertamina

Whats New
3.463 Unit Rumah Telah Selesai Dibangun dan Dihuni Korban Bencana di Sulawesi Tengah

3.463 Unit Rumah Telah Selesai Dibangun dan Dihuni Korban Bencana di Sulawesi Tengah

Rilis
Larangan Ekspor CPO Dicabut, Pemerintah Kembali Berlakukan Aturan DMO dan DPO

Larangan Ekspor CPO Dicabut, Pemerintah Kembali Berlakukan Aturan DMO dan DPO

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.