Tinggal 2 Minggu, Sebanyak 12,3 Juta Wajib Pajak Belum Lapor SPT

Kompas.com - 14/03/2019, 17:30 WIB
Warga memasukkan formulir SPT Pajak mereka para kotak yang tersedia di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Cibeunying, beberapa waktu lalu.
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Warga memasukkan formulir SPT Pajak mereka para kotak yang tersedia di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Cibeunying, beberapa waktu lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Waktu pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan ( SPT) Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi 2018 akan berakhir 31 Maret 2019.

Namun hingga hari ini, baru 5,97 juta wajib pajak yang melaporkan SPT-nya. Padahal, wajib pajak yang wajib melaporkan SPT mencapai 18,3 juta.

"Sebanyak 18,3 juta itu total, wajib pajak badannya 2,5 juta, sisanya itu wajib pajak orang pribadi," ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jenderal Pajak Hestu Yoga Saksama, Jakarta, Kamis (14/3/2019).

ABaca juga: Lapor SPT Pajak Via E-Filing, Apa Saja Keuntungannya?

Meski 18,3 juta wajib pajak wajib melaporkan SPT-nya, namun Ditjen Pajak hanya menargetkan 85 persen saja, yakni 15,5 juta wajib pajak.

Hestu mengatakan, dari 5,97 juta wajib pajak yang sudah melaporkan SPT pajak periode 2018, sebanyak 92 persen di antaranya melaporkan SPT secara online atau melalui e-Filing.

"Jadi terbukti bahwa e-Filing sangat membantu masyatakat untuk menyampaikan SPT-nya," kata dia.

Baca juga: Sudah 4,75 Juta Wajib Pajak Lapor SPT, Anda Kapan?

 Pelaporan surat pemberitahuan (SPT) pajak penghasilan (PPh) akan jatuh tempo pada 31 Maret 2019 mendatang untuk wajib pajak orang pribadi (WP OP), sementara untuk wajib pajak badan akan jatuh tempo pada 30 April 2019.

Adapun penyuluh khusus Ditjen Pajak Yulis Siswanti mengatakan, jika tak segera melakukan pelaporan hingga jatuh tempo, wajib pajak akan dikenai denda administrasi, masing-masing Rp 100.000 untuk pribadi dan Rp 1 juta untuk wajib pajak badan.



Close Ads X