Trump Berharap Pesawat Boeing 737 Max Bisa Segera Kembali Terbang

Kompas.com - 15/03/2019, 06:05 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEAR Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berharap larangan  terbang pesawat Boeing 737 Max tidak dalam waktu yang lama.

Hal itu disampaikan Trump kurang dari sehari setelah otoritas penerbangan AS FAA melarang semua 737 Max terbang di Amerika, berdasarkan adanya bukti baru  dari 2 peristiwa yang kecelakaan pesawat itu.

"Saya harap ini akan berlangsung dalam waktu singkat," kata Trump kepada wartawan dalam di Gedung Putih, Kamis (14/3/2019).

"Yang terbesar adalah, mereka harus mencari tahu apa itu. Saya tidak yakin mereka tahu, tetapi saya pikir kami harus melakukannya, kami harus mengambil tindakan ini," tambah dia.

Baca juga: Garuda Pertimbangkan Pembatalan Pesanan Puluhan Boeing 737 Max

Trump menyitir pejabat FAA Daniel Elwell, yang menyebutkan bahwa semua pihak bekerja keras agar larangan terbang ini sesingkat mungkin sehingga Boeing 737 Max bisa kembali mengudara

Trump pada Rabu (13/3/2019) menyampaikan dukungan terhadap Boeing dan memuji pabrikan pesawat AS itu.

""Ini perusahaan yang hebat, ini perusahaan yang benar-benar hebat, dan mudah-mudahan mereka akan mengetahuinya dengan sangat cepat," kata Trump.

"Ini keputusan besar. Itu juga salah satu eksportir terbesar kami, salah satu perusahaan yang benar-benar hebat di dunia. Mereka harus mengetahuinya dengan cepat. Mereka tahu itu. Mereka di bawah tekanan besar," sambungnya.

Sebelumnya  anggota parlemen AS  usai pertemuan dengan FAA menyebutkan bahwa larangan terbang 737 Max itu setidaknya akan berlangsung selama sepekan atau sampai perangkat lunak yang ditingkatkan telah cukup diuji dan dipasang di semua model pesawat itu.

AS membuat keputusan tentang pesawat Boeing 737 Max 8 dan Max 9 setelah beberapa negara melarang pesawat itu untuk pesawat.

Sebelumnya, maskapai Ethiopian Airlines Boeing 737 Max 8 tujuan Nairobi jatuh pada Minggu (10/3/2019). Peristiwa nahas ini menewaskan 149 penumpang dan 8 orang kru.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X