SOROT POLITIK

Perbanyak Balai Pelatihan, Mendongkrak Kualitas SDM

Kompas.com - 15/03/2019, 08:22 WIB
Pelbagai pelatihan digelar agar anak-anak muda memiliki keterampilan serta mampu bekerja menunjukkan produktivitasnya. Salah satunya lewat program pembangunan 1.000 Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas di lingkungan pondok pesantren se-Indonesia. Dok IstimewaPelbagai pelatihan digelar agar anak-anak muda memiliki keterampilan serta mampu bekerja menunjukkan produktivitasnya. Salah satunya lewat program pembangunan 1.000 Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas di lingkungan pondok pesantren se-Indonesia.
Editor Latief

KOMPAS.com - Kualitas Sumber Daya Manusia ( SDM), khususnya generasi muda, menjadi modal penting bagi peningkatan perekonomian di tengah ketatnya persaingan global. Anak muda adalah kekuatan bangsa di masa depan.

Melihat hal itu, pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla gencar melakukan pelatihan bagi orang muda.

Nah, untuk mendorong dan meningkatkan daya saing SDM di masa mendatang, dibutuhkan sinergi antara kementerian lembaga terkait lainnya. Pelbagai pelatihan digelar agar anak-anak muda memiliki keterampilan serta mampu bekerja menunjukkan produktivitasnya.

Salah satunya adalah program pembangunan 1.000 Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas di lingkungan pondok pesantren se-Indonesia. BLK Komunitas ini adalah unit pelatihan kerja yang didirikan di lembaga pendidikan keagamaan atau lembaga keagamaan non pemerintah.

Sebagai catatan penting, saat ini ekonomi Indonesia tumbuh cukup baik di kisaran 5 persen. Pertumbuhan ekonomi itu juga diikuti dengan penurunan pengangguran hingga mencapai 5,34 persen.

Angka pengangguran tersebut merupakan yang terendah dalam 20 tahun terakhir. Tercatat, jumlah pengangguran yang dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2018 lalu berkurang sebanyak 40.000 jiwa.

Hal itu menjadi tolok ukur bahwa pelatihan yang digelar oleh pemerintah memberi dampak positif dan perlu ditingkatkan, apalagi saat ini Indonesia tengah menyambut datangnya puncak bonus demografi pada 2030 mendatang.

"Indonesia dihadapkan pada bonus demografi, yang penduduk usia produktifnya jauh lebih banyak. Kondisi ini akan menjadi masalah bagi Indonesia, jika angkatan kerja tidak punya keterampilan kerja. Indonesia harus siap menyongsong bonus demografi itu dengan menyiapkan angkatan kerja yang terampil," ujar Jokowi, Rabu (20/2/2019) lalu.

Dia mengingatkan, tingginya populasi usia produktif diyakini dapat memberi efek positif terhadap daya saing bangsa.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X