Bank Yudha Bakti Dapat Suntikan Modal dari Akulaku Senilai Rp 500 Miliar

Kompas.com - 15/03/2019, 17:36 WIB
Ilustrasi Thinkstockphotos.comIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan teknologi finansial (financial technology/ fintech) peer to peer (P2P) lending atau pinjaman online asal China Akulaku menginvestasikan dananya sebesar Rp 500 miliar kepada PT Bank Yudha Bhakti (Tbk).

Direktur Utama BYB Denny Novisar Mahmuradi mengatakan, dengan adanya investasi ini bisa semakin memperkuat permodalan BYB yang tengah berupaya untuk bisa menjadi Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) II tahun ini. Sebagai catatan, bank yang masuk ke dalam kategori BUKU II adalah bank dengan modal inti Rp 1 triliun hingga Rp 5 triliun.

"Seperti diketahui saat ini Yudha Bakti masih BUKU I jadi kita menuju BUKU II dengan injeksi modal tahun ini bisa meningkat jadi bank BUKU II," jelas Denny di Jakarta, Jumat (15/2/2019).

CEO Akulaku William Li mengatakan, kerja sama dengan skema penyuntikan modal oleh fintech ke institusi perbankan baru pertama kalinya terjadi di Indonesia.

Menurutnya, dengan kerja sama ini bisa memperkuat kedua belah pihak, baik BYB maupun Akulaku.

"Investasi ini adalah kesepakatan baru karena tidak pernah ada sebelumnya perusahaan teknologi dan bank tradisional pernah bekerja same seperti kesepakatan yang telah dicapai antara BYB dan Akulaku," ujar William.

Dia menjelaskan, realisasi investasi Akulaku tidak hanya berhenti pada penyuntikan dana saja namun juga pada kerjasama peningkatan beberapa Iayanan program digital perbankan maupun bentuk financial technology Iain yang akan semakin memanjakan nasabah dan calon nasabah BYB.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X