Digagalkan, Penyeludupan Lobster Senilai Rp 19 Miliar di Bandara Soetta

Kompas.com - 17/03/2019, 20:58 WIB
Sejumlah barang bukti dihadirkan saat rilis kasus penyelundupan bibit lobster di Gedung KPU Bea Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, Jumat (23/02/2018). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementrian Keuangan, menggagalkan penyelundupan 71.982 ekor benih lobster jenis pasir dan mutiara di Terminal Keberangkatan 2D Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis 22 Februari 2018 kemarin. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISejumlah barang bukti dihadirkan saat rilis kasus penyelundupan bibit lobster di Gedung KPU Bea Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, Jumat (23/02/2018). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementrian Keuangan, menggagalkan penyelundupan 71.982 ekor benih lobster jenis pasir dan mutiara di Terminal Keberangkatan 2D Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis 22 Februari 2018 kemarin.

JAKARTA, KOMPAS.com - Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BBKIPM) Jakarta I bekerja sama dengan Aviation Security (Avsec) Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta (Soetta) dan Garuda Indonesia berhasil menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster pada Jumat (15/3/2019) pukul 17.30 WIB.

Sebanyak 125.619 ekor benih lobster dengan nilai Rp 19,023 miliar yang disimpan dalam 128 kantong plastik diamankan di area Baggage Handling System (BHS) Bandara Soetta.

Benih lobster tersebut dibawa dengan 4 tas koper dan dikemas dalam 128 kantong plastik yang berisi kaus basah sebagai media menempelnya benih lobster.

Baca juga: Susi: Vietnam Tidak Punya Lobster, Mestinya Penjualannya Nol...

Rencananya, benih lobster tersebut akan diterbangkan menuju Singapura dengan penerbangan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 828.

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Rina menyebutkan, penangkapan diawali dengan kecurigaan petugas Avsec terhadap satu koper bawaan penumpang.

“Petugas Avsec mencurigai satu koper yang diduga berisi barang selundupan. Pada saat dicari, pemilik koper tersebut menghilang, tidak dapat ditemukan. Akhirnya, petugas menghubungi BBKIPM Jakarta I untuk melakukan pengecekan isi tas tersebut,” terang Rina dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (17/3/2019).

Baca juga: Ini Alur Penangkapan Penyelundupan Lobster di Batam

Setelah memastikan koper tersebut berisi BL, petugas BBKIPM Jakarta I segera berkoordinasi dengan pihak Grand Handling/Gapura Maskapai Garuda Indonesia untuk melakukan pengecekan lebih lanjut terhadap barang bagasi lainnya.

“Setelah diperiksa kembali, petugas BBKIPM Jakarta I berhasil mengamankan 3 koper lainnya di area pick up zone. Dan setelah dilakukan pemeriksaan ulang di x-ray, dipastikan ketiga koper tersebut berisi benih lobster,” lanjut Rina.

Adapun pelaku penyelundupan dengan inisial ER dan RW saat ini telah diamankan dan tengah diperiksa untuk mengungkap sindikat jaringan penyelundupan bibit lobster.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X