Dibandingkan Wanita, Pria Lebih Banyak yang Suka Nyicil Saat Belanja Online

Kompas.com - 18/03/2019, 08:03 WIB
IlustrasiThinkstockphotos.com Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam perjalanan zaman banyak tren atau kebiasaan baru muncul serta mengubah kebiasaan lama. Termasuk soal urusan belanja.

Lalu, seperti apa tren belanja kaum adam maupun kaum hawa di 2019 ini? Ini tentu, selain bagaimana cara mereka mendapatkan dan memperoleh uang untuk dibelanjakannya.

Kartu kredit digital, Kredivo, merilis data tentang dan temuan baru Tren Belanja awal 2019.

Head of Marketing Kredivo, Indina Andamari, mengatakan, data yang digunakan dalam Tren Belanja itu diambil dari 50.000 sampel pengguna yang bertransaksi menggunakan Kredivo. Yaitu dalam tiga bulan terakhir antara November 2018 sampai Januari 2019.

Baca juga: Millenial, Ingat Ini soal Cicilan dan Utang

"Menunjukkan temuan yang menarik. Sekitar 57,6 persen pengguna layanan Kredivo adalah pria, sedangkan 42,4 persen pengguna merupakan wanita. Hal ini menunjukkan bahwa pria cenderung lebih aktif dalam bertransaksi online dibanding wanita," kata Indina dalam keterangannya, Senin (18/3/2019).

Indina menjelaskan, dari data ini menunjukkan ada kesamaan perilaku pengguna Kredivo dengan pengguna kartu kredit di Indonesia.

Dari tiga fitur produk yang dimiliki Kredivo, sekitar 21 persen pengguna menggunakan layanan cicilan di  e-commerce, sekitar 30 persen pengguna menggunakan layanan pinjaman tunai, dan hampir 85 persen pengguna menggunakan layanan bayar dalam 30 hari.

“Layanan bayar dalam 30 hari menawarkan kenyamanan bagi para pengguna dalam bertransaksi secara online dalam dua klik saja. Selain cepat dan mudah, pengguna dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayarnya kemudian. Jadi tidak heran, persentase pengguna yang memanfaatkan layanan ini sangat tinggi,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, ada hal menarik yang ditemukan di data tren belanja ini. Dari segi transaksi cicilan di e-commerce,  66,7 persen pengguna layanan ini adalah pria. Sedangkan wanita  hanya 33,3 persen.

“Budaya di Indonesia juga menempatkan pria sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam mencari nafkah dan sebagai kepala keluarga. Sehingga para pria mencari cara agar dapat memenuhi kebutuhan namun tetap menjaga cash flow tetap aman,” ujarnya.

Apalagi lanjut Indina, menurut beberapa studi pria memang cenderung lebih berani mengambil risiko daripada perempuan, baik dalam hal keuangan maupun hal lainnya. Perbedaan gender memengaruhi aktivitas otak yang memperhitungkan risiko dan bagaimana mereka mengambil tindakan.

Baca juga: Cara Mudah Bayar Cicilan Kredit




Close Ads X