Anak Buah Susi Tertibkan Rumpon Ilegal di Perairan Sulut Perbatasan Filipina

Kompas.com - 18/03/2019, 08:29 WIB
Sebuah kapal penumpang, KM Mulia Indah, rute Baubau_Wakatobi menabrak rumpon di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Kamis (7/2/2018) malam. Akibatnya, lambung kapal bocor dan as kemudi patah sehingga tidak bisa gerakan. HandoutSebuah kapal penumpang, KM Mulia Indah, rute Baubau_Wakatobi menabrak rumpon di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Kamis (7/2/2018) malam. Akibatnya, lambung kapal bocor dan as kemudi patah sehingga tidak bisa gerakan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menertibkan 9 (sembilan) alat bantu penangkapan ikan rumpon ilegal di perairan Sulawesi Utara yang berbatasan langsung dengan Filipina.

"Melalui Kapal Pengawas Perikanan (KP) Orca 04, kami telah berhasil menertibkan rumpon-rumpon ilegal tersebut dalam operasi pengawasan," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Agus Suherman dalam siaran pers, Senin (18/3/2019).

"Pemasangan rumpon-rumpon tersebut dilakukan tanpa izin dari pemerintah sehingga dikategorikan ilegal dan diduga dimiliki oleh warga negara Filipina," ungkap Agus.

Rumpon merupakan alat bantu penangkapan ikan yang dipasang di laut dan berguna untuk membuat ikan-ikan berkumpul di rumpon selanjutnya di tangkap oleh kapal penangkap ikan. Selanjutnya kesembilan rumpon itu dibawa dan diserahkan ke Pangkalan PSDKP Bitung.

Baca juga: Digagalkan, Penyeludupan Lobster Senilai Rp 19 Miliar di Bandara Soetta

Sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 26/Permen-KP/2014 tentang Rumpon, setiap orang yang melakukan pemasangan rumpon di wilayah pengelolaan perikanan (WPP-RI) wajib memiliki surat izin pemasangan rumpon (SIPR).

Pemasangan rumpon oleh oknum warga Filipina di perairan Indonesia yang berbatasan dengan Filipina disinyalir untuk meningkatkan hasil tangkapan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini tentu akan sangat merugikan nelayan Indonesia, karena ikan-ikan akan berkumpul di area rumpon dan tidak masuk ke perairan Indonesia.

Baca juga: Susi: Vietnam Tidak Punya Lobster, Mestinya Penjualannya Nol...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.