CEK FAKTA: Klaim Ma'ruf tentang 1.000 "Startup" dalam Waktu 5 Tahun

Kompas.com - 18/03/2019, 12:12 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin berbicara dalam debat ketiga Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019) malam. Peserta debat ketiga kali ini adalah cawapres masing-masing paslon dengan tema yang diangkat adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGCalon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin berbicara dalam debat ketiga Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019) malam. Peserta debat ketiga kali ini adalah cawapres masing-masing paslon dengan tema yang diangkat adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya.

KOMPAS.com – Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin, menyebut bahwa dalam kurun waktu empat hingga lima tahun ini telah dikembangkan 1.000 startup baru di Indonesia.

Pernyataan itu ia sampaikan saat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh cawapres yang jadi pesaingnya dalam Pilpres 2019, Sandiaga Uno, dalam debat ketiga Pilpres 2019 yang diikuti para cawapres.

Pada sesi keempat Sandiaga menanyakan strategi apa yang ditawarkan Ma’ruf Amin untuk memastikan keadilan bagi tenaga kerja dalam negeri.

"Dengan adanya 'infrastruktur langit', sekarang ini yaitu infrastruktur digital telah tumbuh usaha-usaha startup yang dalam tempo 5 tahun atau 4 tahun kita telah mengembangkan 1.000 startup, padahal di Iran untuk 1.000 startup memerlukan waktu 10 tahun," kata Ma’ruf.

Benarkah pernyataan Ma'ruf Amin soal perusahaan rintisan itu?

Berdasarkan data yang dimiliki Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) tentang "Mapping dan Database Startup Indonesia 2018", terdapat sejumlah 597 startup yang tumbuh di Indonesia selama 2013-2018.

Definisi startup yang dimaksud Bekraf adalah perusahaan di bidang industri digital yang telah memiliki badan usaha atau memiliki produk digital yang telah dirilis ke pasar.

Adapun produk yang dimaksud adalah e-commerce, financial technology, pengembangan game, dan pengembangan aplikasi digital di berbagai sektor.

Jumlah 597 startup itu berasal dari pertumbuhan perusahaan rintisan di sembilan wilayah Indonesia, di antaranya Sumatera, Kalimantan, Jabodetabek, Bali, dan NTB.

Berikut ini data per wilayah pertumbuhan startup dari 2013-2018 yang disebutkan dalam data Bekraf:

Sumatera: 91 startup
Kalimantan: 22 startup
Jabodetabek: 304 startup
Jawa Barat: 26 startup
Sulawesi: 33 startup
Bali dan NTB: 19 startup
Jawa Timur: 58 startup
Jawa Tengah: 21 startup
DIY: 23 startup

Namun, data Bekraf menyebutkan pula bahwa total startup yang sejauh ini ada di Indonesia hingga 2018 adalah 992 perusahaan. Angka itu tersebar di berbagai wilayah dengan dominasi ada di Jabodetabek, yaitu 522 startup.

Di samping itu, pemerintah memang memiliki program khusus untuk meningkatkan jumlah startup di Indonesia, salah satunya melalui program Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital.
 

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X